Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Posyandu Bukan Hanya Menimbang Saja

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10061.jpg

    BANDUNGKAB-KEHADIRAN posyandu dimasing-masing desa, jangan dianggap hanya sekedar tempat menimbang bayi. Karena posyandu bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran dibidang keluarga berencana dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

    Penegasan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Dadang Naser pada Rapat Koordinasi Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2014 di Gedung Dewi Sartika-Soreang, Rabu (5/11).

    Rakor dibuka Assisten Ekonomi dan Kesejahteraan Drs. H. Juhana, M.MPd yang mewakili Bupati Bandung.

    Sebagai mitra pemerintah, Tim Penggerak (TP) PKK kata Ny. Hj. Kurnia Dadang Naser telah mampu memberikan andil yang cukup besar dalam pengelolaan kependudukan dan keluarga berencana disamping pemberdayaan ekonomi keluarga. Dari keterpaduan ini diharapkan dapat menangkal dampak krisis ekonomi yang berakibat menurunnya daya beli masyarakat. Karena menurutnya, turunnya daya beli bisa berakibat terhadap kelangsungan pemakaian alat kontrasepsi, status gizi dan kesehatan masyarakat.

    TP PKK Kabupaten Bandung menurut Ny. Hj. Kurnia Dadang Naser mempunyai empat mimpi besar yang ingin dicapai dalam membantu mengelola kesehatan dan keluarga berencana. Diantaranya, semua ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan ditempat fasilitas kesehatan. Semua bayi mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap. Mimpi lainnya, yaitu semua tatanan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, dan semua pasangan menikah diusia reproduksi yang sehat dan aman.

    Jumlah penduduk Kabupaten Bandung menurut Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., S.Ip dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assisten Ekonomi dan Kesejahteraan Drs. H. Juhana, M.MPd setiap tahun terus meningkat. Sampai akhir tahun 2013, tercatat 3,4 juta penduduk. Menurut H. Dadang M. Naser, jumlah tersebut kedua terbesar di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor.

    H. Dadang M. Naser menilai, TP PKK saat ini berubah menuju  kemandirian sebagai suatu gerakan masyarakat. Bahkan ia pun menilai, kegiatan PKK telah sejalan dan seirama dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bandung dalam melaksanakan pembangunan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
    Khusus dalam penanganan keluarga berencana, jumlah peserta KB baru di Kabupaten Bandung sampai akhir tahun 2013 sebanyak 86.504 akseptor, sementara target 85.146 akseptor. Dengan demikian realisasinya mencapai 100,19%.

    Data yang diperoleh dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kab. Bandung mengungkapkan, jumlah peserta KB aktif sampai tahun 2013 tercatat 544.629 akseptor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.281 akseptor diantaranya merupakan peserta KB pria yang menggunakan kontrasepsi MOP (Metoda Operasi Pria) sebanyak 5.883 orang (1,08%) dan kontrasepsi kondom 6.398 akseptor (1,17%).

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus