Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ngagogo Kobarkan Semangat Memelihara Ikan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10158.jpg

    BANDUNGKAB-KEBIASAAN lama masyarakat sunda tempo “doeloe” saat menangkap ikan di kolam atau di sungai kembali digalakan warga Kabupaten Bandung. Kebiasaan tersebut menurut istilah mereka dinamakan “Ngagogo Lauk” atau menangkap ikan beramai-ramai tanpa menggunakan alat apapun.

    Adalah Bupati Bandung H. Dadang M. Naser sendiri yang menggerakan kembali kebiasaan itu ditengah-tengah masyarakat. Tidak cukup hanya menghimbau, H. Dadang M. Naser sendiri turut “kekecebekan” mencari ikan di kolam bersama-sama dengan ratusan warga lainnya. Ngagogo kerap dilakukan Bupati Bandung ini saat melaksanAkan Safari Saba Desa di wilayah Kabupaten Bandung.

    Cara yang ditempuh oleh Bupati Bandung untuk menggugah kembali kebiasaan lama, dipandang sangat positif. Mengingat langkah itu akan lebih mendekatkan hubungan silaturahmi antara pemimpin dengan masyarakatnya. Disamping masyarakat itu sendiri, akan lebih terinspirasi untuk memelihara ikan sebagai sumber penghasilan ekonomi maupun perbaikan gizi keluarga.

    “Waktu kecil saya sering ngagogo di kolam milik keluarga di Ciparay, anggota keluarga maupun teman-teman sekolahnya semuanya ikut, kesannya memang sangat mengasyikan, kita dapat ikan dan hubungan dengan teman pun semakin akrab”, kenangnya pula.

    Pada masa sekarang, kebiasaan ngagogo oleh H. Dadang M. Naser dijadikan sebagai media untuk menggugah kembali masyarakat agar gemar memelihara dan memakan ikan. Karena menurut penilaiannya, tingkat konsumsi pangan hewani khususnya ikan masih dianggap rendah. Sedangkan tingkat konsumsi padi-padian sudah melebihi kebutuhan.

    Berdasarkan survey yang dilakukan BKPPP (Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan MWA Training & Consulting, Lembaga Tata Kelola Ketahanan Pangan, menyebutkan tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Bandung terhadap unsur ikan tahun 2012 hanya sebesar 12,2 gram/kapita/hari. Untuk mencapai angka ideal atau memenuhi kebutuhan gizi, pada tahun 2015 warga Kabupaten Bandung mesti mengkonsumsi ikan sebesar 13,5 gram/kapita/hari.

    “Untuk mengkonsumsi ikan, tidak selamanya kita harus beli kepasar, kalau ada kemauan kita pun bisa pelihara ikan di kali pakai keramba, hasilnya buat makan keluarga. Kalau lebih bisa dijual, yang penting kita harus kreatif dulu”, katanya.

    Data yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung mengungkapkan, produksi ikan di Kabupaten Bandung pada tahun 2012 mencapai 1.333.791.753 ekor atau melebihi target dari 1.288.222.834 ekor yang diperoleh dari luas perairan 279,47 Ha. Pemkab Bandung mentargetkan sampai akhir tahun 2015, produksi ikan bisa mencapai 1.633.952.250 ekor dengan komoditi unggulan ikan nila, mas dan ikan lele.
    Soreang, 14 Nopember 2014.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus