Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perwakilan BI Jawa Barat, Sangat Penting

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10332.jpg

    BANDUNG-Rosmaya Hadi secara resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, menggantikan Dian Ediana Rae yang ditugaskan menjadi Kepala Koordinator Wilayah Sumatera. Serah terima jabatan tersebut dilakukan pada Senin pagi (08/12) di Bale Pasundan, Kantor Perwakilan BI Jabar yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Deputi BI Hendar, Ketua DPRD Jabar Ineu Puspadewi Sundari dan Kasatpol PP Jabar Udjwalaprana Sigit. 

    Menurut Deddy Mizwar, Perwakilan BI Jabar ini sangat berperan penting dalam laju pertumbuhan perekonomuan Jawa Barat. Walau pertumbuhan perekonomian Jabar pada triwulan III 2014 sebesar 5,61% lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,67%, tetapi inflasi Jawa Barat mengalami tren penurunan dari tahun sebelumnya walau mengalami tekanan akibat kenaikan harga BBM. Hal ini disebabkan peranannya yang penting dalam Forum Tim Pengendali Inflasi Jawa Barat  

    “Inflasi tahunan Jawa Barat pada triwulan III 2014 mencapai 3,88% year of year, menurun dibandingkan triwulan II 2014 sebesar 6,08% year of year. Meskipun tekanan inflasi akan semakin meningkat akbibat tekanan kenaikan BBM tetapi masih pada sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah. Secara hukum, terkendalinya inflasi di Jawa Barat sejalan dengan kebijakan moneter Bank Indonesia dan peran kuat dari pemangku kepentingan di Jawa Barat. Untuk itu, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas sinergi yang kuat antar Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh pemangku kepetingan pembangunan terutama kepada Forum Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Jawa Barat,”  ujar Deddy dalam sambutannya.

    Deddy menambah, bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tersebut tidak lepas sinerginya Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar yang semula bernama Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Koordinator Kantor Bank BI Wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten dengan pemerintah daerah setempat. Karenanya ia berharap di bawah kepemimpinan Rosmaya Hadi bisa semakin meningkatkan perekonomian Jawa Barat melalui kerjasama dengan semua pihak di Jawa Barat. “Karenanya saya mengajak seluruh pemangku kepetingan pembangunan untuk terus bersama-sama bekerja keras dan bahu membahu mewujudkan perekonomian Jawa Barat yang lebih baik sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing,” pungkas Deddy

    Selanjutnya Deputi BI, Hendar juga mengharapkan agar Perwakilan BI Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Rosmaya ini bisa fokus pada beberapa masalah penting seperti moneter, pembenahan stabilitas system keuangan, serta pengembangan organisasi dan sumber daya manusia. “untuk menjaga system keuangan dan payment system. Ini merupakan bagian yang sedang kita garap juga. Juga faham mengenai gerakan nasional non tunai, yang sudah dicanangkan dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Hendar.  

    Sedang Kepala Perwakilan BI Prov Jabar, Rosmaya yang baru juga menyatakan akan terus melanjutkan program-program yang telah dilakukan oleh Dian Ediana, diantaranya adalah program West Java Incorporated. Program ini bertujuan untuk meningkatkan aliran invetasi dan perdagangan di wilayah Jawa Barat. “saya beruntung menggantikan Pak Dian yang beberapa programnya dalam waktu satu tahun setengah ini sangat kreatif dan juga penuh tangtangan yang rasanya saya harus teruskan. Antara lain yang paling menarik adalah West Java Incorporated. yaitu bagaimana kita mensinkronkan kinerja pemerintah dengan peran bank Indonesia. Untuk terus kita wujudkan karena sudah dibentuk organisasinya, tinggal kita jalankan,” terang Rosmaya.

    Selain itu  Bank Indonesia juga akan terus memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal, dan jenis pecahan yang mencukupi. Selain itu Bank BI juga akan terus mengembangkan alat pembayaran non tunai secara terintegrasi dengan industri atau umum, sebagai bagian Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli dna untuk mempercepat perputaran uang dengan menggunakan alat pembayaran menggunakan uang atau kartu elektronik.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus