Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPJS Diharapkan Buka Layanan di Setiap Kelurahan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10538.jpg

    CIMAHI-Antrian panjang warga yang mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan mendapat perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Nurhasan. Menurut politisi Partai Hanura tersebut, antrian panjang masyarakat yang mendaftar BPJS Kesehatan disebabkan pelayanannya dipusatkan di satu titik, yaitu di Kantor BPJS.

    “Seharusnya pihak BPJS membuka pelayanan pendaftaran di setiap kantor-kantor kelurahan,” kata Nurhasan di Gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan

    Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Cimahi V tersebut, kondisi antrian masyarakat yang panjang tersebut, terkadang dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan  dengan cara menjualbelikan kartu antrian.

    Kebijakan pihak bank penerima premi BPJS juga tak luput dari perhatian serius Nurhasan. Menurut Nurhasan, kebijakan pihak bank yang mengharuskan peserta BPJS membayar premi melalui system transfer, cukup memberatkan masyarakat yang tidak mampu. Pasalnya, masyarakat diharuskan membuka rekening terlebih dahulu dengan setoran awal yang cukup besar.

    Hal senada diungkapkan oleh salah salah seorang peserta BPJS Kesehatan, H. Solihin yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Cimahi Selatan. Menurut H. Solihin, pihak bank sebaiknya membuka kembali layanan pembayaran premi BPJS secara tunai dengan cara membuka loket layanan khusus bagi masyarakat yang akan membayat premi BPJS.

    “Untuk membuka rekening, saya harus membayar setoran awal Rp 500.000. Ada seorang peserta yang bareng dengan saya mau membuka rekening, tapi tidak jadi karena uang setoran awalnya tidak mencukupi. Akhirnya, mau membayar premi tidak bisa, mau buka rekening juga belum cukup untuk setoran awalnya,” katanya kepada jabarprov.go.id, Sabtu (10/1).

    Selain cukup memberatkan dalam hal setoran awal, menurut Solihin, pembayaran melalui ATM juga cukup rumit dan juga harus antri. Tidak semua masyarakat peserta BPJS mengerti teklogi system pembayaran melalui ATM. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus