Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Puskesmas Kab.Bandung Terapkan BLUD

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10666.jpg

    BANDUNGKAB-Pemkab Bandung sepakat menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk 31 Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dari 62 Puskesmas yang ada. Penerapan pola tersebut, dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama kepada masyarakat.

    “Namun konsekuensi dari penerapan pola BLUD ini, setiap kepala puskesmas harus lebih kreatif dalam memberikan pelayanan, dan pengelolaan keuangan juga harus lebih baik”, tegas Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., M.Ip saat pencanangan penetapan 31 UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) pelayanan kesehatan pola pengelolaan BLUD dilingkungan Dinas Kesehatan Kab. Bandung di Gedun Dewi Sartika-Soreang, Kamis (22/1).

    Selain diikuti seluruh Kepala Puskesmas, Launching ini dihadiri pula Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara, Kadinkes Kab. Bandung Dr. H. Ahmad Kustijadi, M.Epid, Asisten Pemerintahan Kab. Bandung H. Yudhi Haryanto, SH., SP1, para camat serta salah seorang pejabat dari BPKP Jabar, Supriadi, SE., Ak., MM.

    Bupati Bandung merasa yakin, dengan diterapkannya pola BLUD beberapa permasalahan yang selama ini dihadapi puskesmas bisa segera teratasi. Ia mencontohkan kurangnya tenaga dokter atau perawat/bidan di masing-masing puskesmas bisa diatasi dengan diterapkannya BLUD. “Karena dengan BLUD, setiap puskesmas bisa mengatur keuangannya secara fleksibel”, tambah H. Dadang M. Naser.

    Peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Bandung, salah satunya bisa terlihat dari data Angka Harapan Hidup (AHH). Menurut H. Dadang M. Naser, AHH warga Kab. Bandung tahun 2010 hanya mencapai 69,4 tahun, menginjak tahun 2011 naik menjadi 70,06 tahun dan tahun 2014 melonjak menjadi 70,49 tahun. Sementara IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kab. Bandung tahun 2013 yang dihitung dari aspek pendidikan, daya beli dan kesehatan mencapai 75,40 poin atau berada diatas rata-rata IPM Jawa Barat sebesar 73,58 poin. “Untuk ukuran pemerintahan Kabupaten, maka Kabupaten Bandung menduduki rangking pertama”, katanya pula.

    Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara, M.Epid mengakui pihaknya merasa kagum dengan semangat Pemkab Bandung dalam usahanya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. “Bahkan saya menilai Pemkab Bandung merupakan perintis dalam penerapan pola BLUD pelayanan kesehatan di Jawa Barat”, ucap Uus Sukmara.

    Agar pengelolaan keuangan disetiap puskesmas lebih baik, Uus Sukmara menyarankan perlu adanya tenaga akuntan dimasing-masing puskesmas. Karena menurutnya, tantangan paling awal yang akan dihadapi puskesmas dengan pola BLUD diantaranya sistem penganggaran keuangan dan pelayanan kesehatan.

    Penilaian yang sama disampaikan pula Supriadi, SE., Ak., MM dari BPKP Jawa Barat. Ia menilai semangat Bupati Bandung untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat harus didukung oleh semua pihak. “BPKP sendiri telah siap memberikan bimbingan atau pendampingan dalam pengelolaan keuangan”, kata Supriadi.

    Korban Banjir Berharap Keringanan

    BANDUNG-Banjir senantiasa datang rutin melanda dayeuhkolot, Baleendah dan sekitarnya dan selalu menyisakan kesedihan. Banyak pelaku usaha yang kesulitan memulai kembali usahanya karena kehabisan modal.

    Dalam dialog dengan gubernur, warga korban banjir berharap ada bantuan untuk memperbaiki kerusakan kios atau toko dan keringanan kredit.

    Gubernur Ahmad Heryawan kemudian meminta kepada pejabat perbankan yang hadir untuk membantu meringankan cicilan kredit.

    " Tolong berikan keringanan kredit," pintanya.

    Anjuran itu kemudian disepakati oleh perbankan. Seperti dari BJB, BRI dan Mandiri yang siap untuk melakukan restrukturisasi hutang. Misalnya melakukan perhitungan ulang cicilan kredit atau memberikan diskon kredit.

    Atas tanggapan itu warga bertepuk tangan dan berharap perbankan segera merealisasikannya agar usaha mereka bisa kembali bergulir. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus