Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher Kukuhkan Forum Perantau Tatar Sunda

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11055.jpg

    KUTA-Perantau Tatar Sunda (Jawa Barat dan Banten) yang tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai negara kini memiliki satu organisasi lingkup nasional, yakni Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Forum Sunda Ngumbara). Sebelumnya, warga asal Jabar dan Banten berhimpun dalam paguyuban yang lingkupnya per provinsi saja.

    Forum Sunda Ngumbara dideklarasikan dan kepengurusannya dikukuhkan di Kuta, Bali, Sabtu malam (14/12/2015). Forum ini lahir setelah para perwakilan paguyuban di 23 provinsi melakukan musyawarah nasional (munas) sehari sebelumnya.

    Munas menyepakati pembentukan Pengurus Besar Forum Komunikasi Masyarakat Tata Sunda Pangumbaraan periode 2015-2019. Terpilih sebagai Ketua Umum A. Jaka Bandung dan Sekretaris Jenderal Dr. Muhammad Iqbal.

    Sementara Gubernur Jabar duduk sebagai Ketua Dewan Pembina, wakil ketua oleh Gubernur Banten, dan sekretaris dijabat Sekretaris Daerah Provinsi Jabar. Ditetapkan pula anggota Dewan Pembina, antara lain, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, dan Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan. Selain itu juga Rektor Unpad, ITB, dan IPB.

    Hadir pada acara deklarasi dan pengukuhan, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Boehibu, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof. Dr. Didi Turmudzi, peserta munas, dan sekitar 200 warga tatar Sunda di Bali.

    Gubernur Aher dalam sambutan pengukuhan pengurus besar Forum Sunda Ngumbara mengajak segenap unsur lembaga sosial baru ini, berupaya agar kembali mengharumkan nama tatar Sunda di kancah nasional. "Forum Sunda Ngumbara dimaksudkan sebagai wadah untuk menghadirkan lebih banyak kebaikan dan prestasi," tandasnya.

    Aher lalu menyebutkan beberapa contoh prestasi monumental putra terbaik asal tatar Sunda. Tokoh dimaksud seperti Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja atau Ir. Djuanda, Perdana Menteri ke-10 RI, yang berhasil menyatukan kepulauan Indonesia dalam satu kesatuan wilayah NKRI, melalui konvensi laut (United Nations Convention on Law of the Sea).

    Karya putra kelahiran Tasikmalaya, Jabar, pada 14 Januari 1911 dimaksud dikenal sebagai Deklarasi Djuanda.

    Selain itu Aher menyebutkan sosok pejuang Otto Iskandardinata, putra kelahiran Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada 31 Maret 1897. Ada pula Wakil Presiden RI ke-4 Umar Wirahadikusumah, yang kelahiran Sumedang, Jawa Barat, pada 10 Oktober 1924.

    "Banyak tokoh lainnya. Namun, selain itu, sejarah mencatat tak sedikit peristiwa penting dalam perjalanan bangsa berawal dari tatar Sunda. Tantangan kita sekarang bagaimana mencetak prestasi untuk kejayaan Indonesia ke depan," papar Gubernur Jabar.

    Sebelumnya, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengemukan hal serupa. Bahkan diungkap bahwa Ir. Djuanda dan Otto Iskandardinata adalah perintis dan pengurus Paguyuban Pasunda. Organisasi ini kini beruswia 102 tahun.

    Sementara itu, Ketua Umum PB Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan Jaka Bandung menegaskan sekretariatnya akan didirikan di Kota Bandung. "Dalam dua bulan ke depan, kami ingin berkumpul lengkap di Kota Bandung untuk berkenalan dan meminta petunjuk para inohong (tetua adat dan pemerintahan)," kata Jaka.

    Ditambahkan, Forum Sunda Ngumbara memiliki lima koordinator wilayah. Mereka membawahi Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku. Koordinator luar negeri belum ditetapkan.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus