Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tekan AKI dan AKB, Dinkes Jabar Tingkatkan Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11410.jpg

    BANDUNG- Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang tercatat dan dilaporkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dari tahun ke tahun menunjukkan grafik penurunan, namun angka tersebut masih relatif cukup tinggi.
     
    Oleh karenannya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Alma Luchyati, M.Kes., MSI, guna menekan angka tersebut dan mempersiapkan generasi mendatang yang sehat dan berkualitas yang merupakan bagian dari “8 Isu Strategis Provinsi Jawa Barat,” Dinas Kesehatan Jabar telah melakukan berbagai upaya.
     
    “Upaya yang kita lakukan ke arah itu dengan peningkatan kesehatan dan pelayanan masyarakat, salah satunya yakni secara khusus ditujukan bagi ibu hamil, melahirkan dan nifas dan bayi baru lahir,” ucap Alma, dalam acara “Collaborative Learning: Upaya Gawat Darurat Penyelamatan Ibu & Bayi Baru Lahir” untuk Wilayah IV (Priangan Timur) di Bandung, Selasa (10/03).
     
    Namun menurut Alma, upaya tersebut masih menghadapi berbagai kendala, khususnya di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang paling besar di banding provinsi lain di Indonesia.
     
    “Salah satu upaya untuk menghadapi berbagai kendala yang dihadapi melalui “Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dengan di dampingi Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS),” katanya.
     
    Menurut Alma, dengan didukung program EMAS ini, fokus Dinas Kesehatan yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, meningkatkan efektifitas dan efesiensi sistem rujukan dan menguatkan akuntabilitas demi peningkatan kebijakan dan sumber daya.
     
    “Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, sudah dilaksanakan di seluruh Jabar dengan dukungan khusus pada empat kabupaten, yaitu Bandirebon dan Karawang yang di dukung dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi,” katanya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus