Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemkab Bandung Bangun Pasar Baru Cicalengka

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11660.jpg


    KAB BANDUNG- Setelah menempuh proses yang cukup lama, akhirnya Pemerintah Kabupaten Bandung dapat melaksanakan pembangunan pasar cicalengka, pasca musibah kebakaran yang menimpa pasar tersebut beberapa tahun lalu.

    Pelaksanaan pembangunan pasar ini, ditandai dengan diresmikannya Pencanangan Tiang Pancang Pembangunan Pasar Cicalengka oleh Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip yang berlangsung di Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kamis (26/03).

    Turut hadir, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Ir.HAnang Susanto, Wakil Bupati Bandung H.Deden Rukman Rumaji, M.Ap, unsur FKPD, Kepala Diskoperindag (Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Bandung, Dra.Hj.Popi Hopipah, M.Si, Direktur Utama PT.Bangun Bina Persada, Yodi Susanto, para kepala SKPD, Camat Cicalengka Ahmad Rizki Nugraha, para kepala desa,  tokoh masyarakat, ulama, pedagang, pengusaha dan LSM di wilayah Cicalengka.

    Dadang Mochamad Naser menjelaskan untuk membangun sebuah pasar tidak semudah membangun perumahan. Dalam proses waktu yang cukup lama, menurut Dadang banyak pengembang yang berminat dalam pembangunan pasar cicalengka namun pihaknya sangat selektif dalam memilih para pengembang ini.

    ”Melalui dinas terkait kita lacak dan telusuri pengalaman serta jam terbangnya. Karena membangun sebuah pasar, dibutuhkan koordinasi yang kuat, harus ada penanganan sosialnya serta ada komunikasi  antara pengembang dan para pedagangnya. Kasus pasar Ciwidey menjadi contoh bagi kita untuk lebih hati-hati dalam memilih pengembang agar tidak terjadi perselisihan hukum seperti pasar Ciwidey”, ucap Dadang Naser.

    Keterlibatan PT.Bangun Bina Persada selaku pengembang pembangunan pasar cicalengka ini, dinilai Dadang cukup professional dan bonafit. Keunggulan pihak pengembang tersebut, adalah lebih mengutamakan wujud pembangunannya dulu dibanding melakukan pemungutan uang muka kepada para pedagang.

    Disamping itu, kata Dadang pengembang ini memiliki kebijakan-kebijakan yang meringankan para pedagang dalam membayar uang muka. “Selama ini kan, banyak pihak pengembang yang menarik uang muka dulu, namun pembangunan pasarnya tidak ada, kasian para pedagang ”, tutur Dadang.

    Lebih jauh Ia menjelaskan, pasar tradisional tersebut akan dibangun dengan konsep modern. Usai pembangunan pasar, kata Bupati pihaknya akan melanjutkan dengan penataan kota dan alun-alun Cicalengka. “Selama ini, para pedagang berjualan di alun-alun. Kalau pasar sudah ada, maka mereka harus pindah ke lokasi yang baru”, tegasnya pula seraya menambahkan usai pembangunan pasar Cicalengka ini akan merintis pembangunan pasar selanjutnya di wilayah Banjaran, Soreang dan Majalaya.
    Sementara Yodi Susanto menjelaskan, dengan adanya dukungan masyarakat setempat akhirnya pembangunan pasar dapat terealisasi. Pembangunan pasar ini ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun. Bangunan ini terdiri dari 2,5 lantai dan akan dihuni sedikitnya oleh 2.000 kios.

    “Lantai paling bawah (basement) diperuntukkan bagi para pedagang basah seperti sayuran dan sembako. Sementara lantai I bagi para pedagang komoditi keringan seperti kelontong, emas, pakaian, dan kosmetik. Dan untuk lantai II dikhususkan bagi para pedagang cicalengka yang menjual komoditi kerudung dan pakaian”, sebut Yodi.

    Sebelum pasar terwujud, lanjut Yodi pedagang mesti rela berjualan ditempat sementara. Ia mengerti dengan kekhawatiran para pedagang, yang takut tidak kebagian tempat atau takut tidak terbayar, “Kita akan selalu koordinasi dan komunikasi dengan pedagang, kita akan bermitra. Jangan menganggap kami lawan, jika ada masalah datanglah ke tempat kami jangan ke tempat yang lain”, tuturnya pula.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus