Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sekda Pantau UN CBT Di SMK 1 Pasundan Banjaran

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11898.jpg

    KAB BANDUNG- Untuk memotivasi para peserta Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA/SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di wilayah Kabupaten Bandung, Sekretaris Daerah Ir.H.Sofian Nataprawira, MP terjun langsung memantau pelaksanaan UN di sejumlah sekolah. 
     
    “Disamping untuk memberikan motivasi dan spirit kepada para pelajar, pemantauan ini untuk memastikan pelaksanaan UN di wilayah Kabupaten Bandung berjalan lancar dan kondusif, terutama bagi pihak sekolah yang menggelar ujian berbasis komputer”, ucap Sofian Nataprawira disela-sela pelaksanaan UN-CBT (Computer Based Test/Tes Terkomputerisasi) di SMK 1 Pasundan Banjaran, Senin (13/04/2015).

    Selain di SMK 1 Pasundan Banjaran, Sofian Nataprawira juga melakukan pemantauan di SMA Negeri 1 Baleendah dan para peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C yang dipusatkan di SMK Negeri 2 Baleendah. Turut mendampingi, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Drs.H.Juhana, M.Pd, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, Drs. H.Agus Firman Zaini, M.Si. 

    Seperti diketahui, bahwa CBT merupakan tes berbasis komputer yang penyajian dan pemilihan soalnya dilakukan secara terkomputerisasi sehingga setiap peserta tes mendapatkan paket soal yang berbeda-beda. 

    UN CBT menggunakan model CBT semi-online dimana koneksi internet hanya dibutuhkan ketika sebelum ujian untuk sinkronisasi informasi soal ujian dan informasi peserta sesudah ujian untuk penggugahan data jawaban peserta ujian, sedangkan dalam pelaksanaan ujian tidak memerlukan koneksi jaringan internet. 

    Dalam mekanisme pelaksanaannya, sekolah penyelenggara harus menyediakan server lokal yang harus ada beberapa hari sebelum ujian dimulai. 

    Untuk memastikan kesiapan sarana prasarana pendukung UN berbasis komputer tersebut, maka selaku pemerintah daerah kata Sofian, pihaknya ingin mengetahui sejauhmana kesiapan sekolah, agar para siswa tidak menemui kendala saat melaksanakan ujian yang akan berlangsung dari tanggal 13-15 April ini.
    “Kita sangat mendukung dan berharap melalui cara tes komputerisasi ini, para siswa akan mendapatkan hasil tes yang valid dan dapat dipertanggungjwabkan” tegasnya pula.

    Data Disdikbud Kabupaten Bandung menunjukkan peserta UN Tingkat SMA dan SMK pada tahun ajaran 2014/2015 ini berjumlah 23.328 siswa, terdiri dari 11.727 siswa SMA dan 11.601 siswa SMK. Mereka masing-masing berasal dari SMA/SMK baik yang berstatus negeri maupun swasta.

    Di Kabupaten Bandung terdapat 107 buah SMA, SMA Negeri sebanyak 19 sekolah sementara Swasta ada 88 sekolah. “Sedangkan untuk kejuruan atau SMK, berjumlah 113 sekolah, SMK Negeri sebanyak 8 sekolah dan SMK Swasta berjumlah 105 buah”, ungkap Sekretaris Disdikbud Kabupaten Bandung, Dra.Hj.Gina Haryati,M.Pd seraya menambahkan, untuk tahun ini peserta yang mengikuti UNPK Paket C sebanyak 1.878 orang.

    Gina menjelaskan, secara nasional pemerintah pusat akan melakukan uji coba UN-CBT terhadap 585 sekolah. Untuk di Kabupaten Bandung, baru tiga sekolah yang siap melakukan UN CBT ini, dan ketiga sekolah ini merupakan sekolah kejururan. “Dari ratusan SMA/SMK yang ada, pelaksanaan UN-CBT baru dilakukan di tiga sekolah, yakni di SMK Negeri 1 Katapang, SMK 1 Pasundan Banjaran dan SMK Bakti Nusantara 66 Cileunyi”, ucap Gina Haryati.

    Kejuruan dinilai lebih siap karena sudah terbiasa belajar program keahlian salah satunya melalui penggunaan IT (Informasi Teknologi). “Seperti di SMK I Pasundan Banjaran ini,  Teknologi Komputer dan Jaringan menjadi salah satu program keahlian yang didapatkan para siswa dari sekolah tersebut. Sehingga siswanya bakal lebih siap untuk mengikuti UN berbasis komputer Semi-Online ini”, katanya.

    Kesiapan para penyelenggara ujian UN-CBT di Kabupaten Bandung, dinilai Hayati sudah optimal. Seperti di SMK 1 Pasundan, dari 4 (empat) ruangan yang dipergunakan ujian, setiap ruangan memiliki satu server, begitu pula dengan SMK 1 Katapang, sedikitnya ada 6 (enam) server untuk enam ruangan. Kalau terjadi kendala dalam hal listrik, pihak sekolah pun sudah menyediakan genset dan selalu berkoordinasi dengan pihak PLN.

    “Jikapun terjadi kendala yang terburuk saat menjalani UN Semi-Online ini, sesuai arahan pemerintah pusat kita pun sudah mengantisipasi dengan menyediakan PBT (Paper Based Test)”, pungkasnya pula.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus