Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dr.Hj. Netty: Perpustakaan Destinasi Wajib Dikunjungi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12029.jpg

    BANDUNG-Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Provinsi Jawa Barat,  Dr.Hj. Netty Prasetyani, MSi mengatakan, membaca adalah  jendela pengetahuan. Tanpa membaca sangat mustahil orang memiliki ilmu pengetahuan untuk membangun diri, karakter dan cita-citanya.

    “Kita menyadari bahwa pada satu sisi setiap orang ingin membangun kemajuannya lewat membaca, tapi pada sisi lain berbanding lurus dengan kemampuan atau daya beli masyrakat yang masih minim dalam mengoleksi buku,” tutur Dr.Hj. Netty, usai menjadi pembicara kunci pada Seminat Internasional Membangun Budaya Baca Masyarakat, Workshop Pegiat Membaca dan Menulis yang dikemas dalam Festival Literasi Jawa Barat di Gedung Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat, Jalan Kawaluyaan II Nomor 4, Kota Bandung, Kamis (23/4) kepada jabarprov.go.id.

    Secara realistis, menurut Pembina Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Jawa Barat yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat itu, bahwa buku belum menjadi kebutuhan primer di tengah masyarakat. Oleh karena itu, alternatifnya harus berupaya bagaimana caranya agar perpustakaan-perpustakaan umum mampu menjadi salah satu tempat dimana masyarakat dapat membaca dan pada gilirannya, datang ke perpustakaan itu menjadi sebuah kebutuhan.

    “Nah, itulah yang ingin saya canangkan dengan mangatakan bahwa perpustakaan harus menjadi destinasi wajib dikunjungi,”  katanya.

    Untuk memuwudkan perpustakaan sebagai destinasi yang wajib dikunjungi, menurut Dr.Hj. Netty, para pengelola perpustakaan harus terlebih dahulu mengubah wajah atau tampilan perpustakaannya itu sendiri sehingga menarik minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan.

    Selama ini, katanya, kebanyakan perpustakaan yang kita lihat koleksi bukunya terbatas, berdebu, kusam, bahkan pustakawannya ada yang tidak tahu koleksi buku mana yang cocok dibaca untuk kelompok umur pengunjung.

    Nah, kalau kita mampu melakukan perubahan pada setiap perpustakaan yang kita miliki akan membuat penasaran masyarakat, misalnya, oh ternyata di perpustakaan ada kegiatan story telling, ada jaringan internetnya kalau buku yang kita cari tidak ada. Nah tentu, hal itu akan menjadi motivasi bagi maysrakat, khususnya anak-anak kita untuk datang ke perpustakaan,” katanya.

    Perubahan imej perpustakaan, menurut Dr.Hj. Netty, harus dimulai oleh pengelola perpustakaannya dulu, oleh para pejabat structural dan para stakeholders yang terkait dengan pengelolaan perpustakaan. Setalah itu, baru disampaikan kepada siswa-siswi Jawa Barat, termasuk para gurunya, untuk menjadikan perpustakaan-perpustakaan sebagai destinasi wajib dikunjungi.

    “Yang namanya proses pembelajaran itu kan tidak selalu di kelas, kita bawa siswa-siswi ke perpustakaan, tugaskan membaca kemudian diminta menjelaskan hal-hal yang sudah dibacanya. Apalagi dengan kurikulum yang baru, harus terus mengantisipasi tantangan.  Tentu aktivitas belajar di luar kelas seperti ini harus dikembangkan, salah satunya dengan melibatkan perpustakaan,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus