Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harga Padi Stabil, Rp 4000-Rp4.200/Kg

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12099.jpg

    BANDUNG- Harga jual padi di tingkat petani di Jawa Barat pada periode panen Januari-Maret 2015 terbilang stabil, yaitu kisaran antara Rp 4.000 – Rp 4.200 per kilogram. Demikian diungkapkan Kasubag Program dan Perencanaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Moh. Ramdhani di ruang kerjanya, Gedung Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Jalan Surapati Nomor 71, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Rabu (29/4).

    “Harga tersebut harga paling tinggi di Jawa Barat. Kalau dibandingkan dengan di provinsi-provinsi lain, harga padi di Jawa Barat terbilang stabil,” kata Moh. Ramdhani.

    Menurut Moh. Ramdhani, bagi petani yang memang betul-betul sebagai penggarap sekaligus pemilik yang notabene betul-betul petani murni, yang penguasaan lahannya di Jawa Barat itu sedikit, rata-rata antara 0,1 hingga 0,5 hektar memang harga itu masih dirasa kurang tinggi. Karena kalau harga lebih dari itu membawa keuntungan lebih bagus lagi.

    “Karena kepemilikan lahannya sedikit, untungnya juga sedikit. Mereka rata-rata bertani tidak untuk bisnis, tapi hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya saja. Bagi petani pemilik hektaran, ya dengan harga kisaran antara Rp 4.000 sampai Rp 4.200 perkilogram juga, untungnya sudah gede,” katanya.

    Harga jual padi pada petani pada periode Januari-Maret tersebut, mungkin akan tetap stabil atau mungkin juga akan mengalami fluktuasi pada musim panen periode April-Juni atau pada panen periode Mei-Agustus, tergantung ketersediaan dan permintaan.

    “Harga padi itu, biasanya mengacu kepada hukum pasar, yaitu kalau barang banyak dan permintaan sedikit, harga akan turun dan sebaliknya, kalau barang sedikit sedangkan permintaan banyak, pasti harga naik,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus