Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pangan Lokal Bisa Dukung Ketahanan Pangan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12474.jpg

    BANDUNG-Perilaku dan sikap masyarakat dalam mengonsumsi sumber pangan yang melulu dengan beras harus di ubah. Selain itu perlu pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan berada di daerah rawan pangan untuk mampu memanfaatkan secara optimal sumber daya di sekitarnya.

    Ir. Uung Gumilar, M.M., Kepala Bidang Kelembagaan dan Infrastruktur Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jabar  mengatakan, berdasarkan data skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang menjadi Indikator keberhasilan pembangunan di Jawa Barat, pada tahun 2013 nilainya masih 74,9 dari nilai ideal 100. Padahal, nilai PPH ini menjadi indikator utama tercapainya ketahanan pangan di suatu daerah.

    "Target tahun 2018 kita 80. Ini menjadi acuan, ketika PPH masyarakat Jabar sudah meningkat maka otomatis kondisi ketahanan pangan meningkat, kalau turun otomatis melemah," papar Uung.

    Data skor PPH tersebut meliputi tingkat konsumsi masyarakat Jawa Barat terhadap padi-padian, umbi, pangan hewani, minyak dan lemak, kacang-kacangan, gula, serta sayuran dan buah. Yang mencengangkan, konsumsi buah dan sayur masyarakat Jabar berkisar pada nilai 19,4 dari nilai ideal 30,0.

    Padahal, Jabar merupakan daerah penghasil sayuran dan buah tertinggi di Indonesia. Uung mengindikasikan pola kehidupan masyarakat Jabar, khususnya di perkotaan, sudah berubah yakni lebih menyukai makanan yang bersifat instan ketimbang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Kebiasaan ini juga berimbas pada generasi setelahnya.

    "Nilai ini membuat kita masih kalah jauh dari provinsi lain. Kita menduduki peringkat ke-22 di bawah provinsi lainnya," tandasnya.

    Sementara konsumsi beras di Jawa Barat cenderung tinggi dengan pertumbuhan sekitar 5,45% sepanjang 2010 - 2013. Hal ini menjadi fokus perhatian Uung melalui BKD Jabar, yakni menurunkan angka konsumsi beras. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus