Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bapusipda Gelar Program Unggulan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12666.jpg

    BANDUNG-Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat, Hj. Tati Iriani, SH, MM mengatakan, Bapusipda Provinsi Jawa Barat menggunakan metode networking atau jaringan multipihak dalam melaksanakan program unggulannya..

    “Ada dua focus kami dalam melaksanakan program unggulan Bapusipda Jabar tahun 2015 ini. Fokus kami pertama adalah multipihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kita ingin mengembangkan perpustakaan sebagai basis belajar bagi anak-anak sekolah dalam mengembangkan kemampuan literasinya. Literasi adalah membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Selama ini kemampuan literasi masih merupakan kelemahan yang sangat mendasar dari anak didik kita. Padahal kemampuan literasi adalah kemampuan dasar yang harus mereka miliki untuk kehidupannya di masa yang akan datang,” kata Hj. Tati di Gedung Perpustakaan Deposit Bapusipda Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Nomor 629 Kota Bandung, dalam wawancara khusus dengan jabarprov.go.id, Senin (8/6).

    Terkait program unggulan Bapusipda Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kemampuan literasi anak didik di sekolah-sekolah tersebut, menurut Hj. Tati, saat ini pegiat-pegiat literasi yang ada di Jawa Barat sedang berusaha menggoalkan mengenai bagaimana melatih kemampuan literasi anak didik  masuk ke dalam kurikulum, minimal di dalam bahasa Indonesia.

    Provinsi Jawa Barat, katanya, sejak tahun 2014 lalu, mengembangkan program West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Program tersebut merupakan terobosan yang dikembangkan oleh guru-guru SD dan SMP di Jawa Barat, peserta program Teacher Training West Java Education Agency di Adelaide Australia Selatan tahun 2010 hingga tahun 2013 lalu.

    Program West Java Leader’s Reading Challenge itu sendiri adalah hasil adopsi dan adaptasi dari Premiers Reading Challenge yang sudah berkembang pesat di Australia Selatan, yaitu di Adelaide.

    “Pak Gubernur sendiri sudah bertekad bahwa nanti di setiap sekolah itu, harus ada satu perpustakaan. Pak Kadisdik Jabar juga sangat bersemangat sekali untuk menerapkan hal ini. Alhamdulillah berkat kebijakan Pak Gubernur yang mendampingkan dinas pendidikan dengan Bapusipda untuk perpustakaannya, mudah-mudahan ke depan bisa berjalan lancar,” katanya.

    Dan hal tersebut memang ditegaskan dalam Pasal 23 ayat 6 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Pepustakaan bahwa lima persen dari dana operasional dan belanja asset itu, harus dialokasikan untuk perpustakaan.

    Adapun focus yang kedua Bapusipda Jawa Barat dalam menggelar program unggulannya adalah bermitra dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan perpustakaan desa sebagai basis untuk belajar masyarakat berbasis buku dan teknologi informasi. Dalam kaitan ini, Bapusipda Jawa Barat mengadopsi model yang dikembangkan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

    “Nanti di perpustakaan-perpustakaan desa itu ada volunteernya (relawan), yaitu mereka-mereka yang memiliki idealisme, yang ingin memajukan masyarakat, mereka itu memfasilitasi masyarakat desa. Mereka mengajarkan masyarakat untuk  melek internet, untuk membaca buku, dan itu langsung kepada prakteknya dalam kehdupan sehari hari,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus