Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tahun 2016, Melong Akan Dijadikan Sentra Boneka dan Tas Rajut

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12966.jpg

    CIMAHI-  Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, Huzein Rachmadi mengungkapkan, Pemerintah Kota Cimahi akan menjadikan Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan sebagai sentra Boneka dan Tas Rajut pada tahun 2016 mendatang.

    “Kelurahan Melong  memiliki potensi untuk dijadikan sentra boneka dan tas rajut. Dari segi jumlah, pengrajin boneka dan tas rajut di sana sudah memenuhi syarat, yaitu lebih dari 30 pelaku usaha. Insya Allah akan kita jadikan Kelurahan Melong sebagai Sentra Boneka dan Tas Rajut pada tahun 2016 mendatang,” kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, Huzein Rachmadi kepada jabarprov.go.id, Sabtu (27/6).

    Huzein Rachmadi menjelaskan, untuk menjadi sebuah sentra, sebuah kawasan usaha kerajinan tertentu harus memenuhi kriteria-kriteria, diantaranya sudah terdapat lebih dari 30 pelaku usaha. Disamping itu, harus ada keinginan yang kuat dari para pengrajin tersebut untuk menjadikan kawasanya sebagai sebuah sentra untuk mengembangkan usahanya.

    “Keinginan menjadikan sebuah kawasan kerajinan menjadi sebuah sentra harus muncul tidak hanya dari atas atau dari pemerintah saja, tapi juga harus muncul dari bawah dari para pengrajinnya itu sendiri. Kalau sudah ada keinginan dari bawah, kita hanya tinggal memoles saja. Kalau sudah matang baru kita jadikan sentra,” katanya.

    Hingga saat ini, jelas Huzein, sudah banyak usaha-usaha kerajinan atau usaha-usaha industri rumah tangga yang dijadikan sentra oleh Pemerintah Kota Cimahi. Diantaranya usaha keripik singkong di Kelurahan Setiamanah Kecamatan Cimahi Tengah pada tahun 2014 dan usaha pengolahan susu di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara pada tahun 2015.

    Kalau sebuah kawasan sudah dijadikan sebagai sentra, menurut Huzein, akan dilakukan intervensi dan pembinaan terhadap para pelaku usaha dalam rangka pengembangan usahanya. Diantaranya dalam bentuk penguatan motivasi, pembangunan system informasi, akuntansi, kemasan dan pemasaran produknya. Pembinan dilakukan oleh lintas sektoral, mulai dari akademisi, birokrasi, komunitas dan para pengusaha.

    “Setelah dijadikan sentra,  kita mengharapkan mereka bisa bertahan terhadap serangan dari luar dan kalau bisa mencari produk yang bisa menggantikan produk dari luar. Kita mengharapkan para pelaku usaha tersebut mampu bersaing dalam memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA yang akan dimulai Desember 2015,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus