Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BNNP Jabar Targetkan Rehabilitasi 9.538 Pecandu Narkoba

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13102.jpg

    BANDUNG- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, Brigjen Pol Anang Pratanto mengungkapkan, untuk program nasional gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba yang dicanangkan Presiden, BNNP Jawa Barat mendapat target merehabilitasi sebanyak 9.538 pecandu, dan disebar ke 10 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk.

    “Untuk fasilitas rehabilitasi ini, kita bekerjasama dengan Panti Rehab dari komponen masyarakat, TNI/Polri, Dinkes, Dissos dan LSM yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Brigjen Anang dalam paparannya di hadapan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dan instansi terkait di Ruang Rapat Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (6/7).

    Selain itu, lanjut Brigjen Anang, pihaknya juga meng update kembali panti rehabilitasi dan Institusi Penerima Wajib Lapor  (IPWL) yang ada meliputi kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan metode yang digunakan sehingga sesuai dengan pola rehabilitasi yang diperlukan.

    Terkait dengan program rehabilitasi sebanyak 9.538 pecandu narkoba tersebut, menurut Brigjen Anang, antara lain harus memperbanyak fasilitas untuk menampung atau merehabilitasi pecandu narkoba tersebut, karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri masih belum cukup mempunyai tempat rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan.

    Di Provinsi Jawa Barat, jelas Brigjen Anang, sudah terdapat 96 lembaga rehabilitasi instansi pemerintah siap menampung, yang meliputi rumah sakit umum daerah, puskesmas, pusdikpom, pusdikdip, lapas, rutan, rindam, pusdikhubam dan pusdik-pusdik. Adapun lembaga rehabilitasi komponen masyarakat yang siap menampung meliputi yayasan-yayasan panti rehabilitasi, pesantren-pesantren dan LSM.

    “Dalam hal memperbanyak penyalahguna yang direhabilitasi melalui penjangkauan, agak kesulitan karena masih banyak masyarakat pecandu yang malu, takut dan merasa tidak mampu, padahal dalam rehabilitasi tersebut, pemerintah sudah membiayainya,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus