Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ekspor Tempe ke Amerika Serikat Harus Bayar Royalti

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13357.jpg

    CIMAHI- Dr. Bambang S Pujantiyo, Peneliti Madya Bidang Manajemen Teknologi dan Inovasi Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan, kemasan tempe di luar negeri lebih inovatif dan menarik bila dibandingkan dengan kemasan tempe di Indonesia.

    “Produk Tempe di Jepang dibungkus sedemikian rupa, dengan kemasan demikian bagus sehingga menarik konsumen untuk membeli. Di Amerika juga ada tempe, dikemas dengan kemasan yang bagus dan bermacam-macam rasa, salah satunya tempe burger. Demikian juga, di Belgia, Spanyol dan Belanda,” kata Dr. Bambang di hadapan 150 pengusaha dan calon pengusaha, peserta Cimahi Technopreneur Camp di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (29/7).

    Dr. Bambang adalah salah seorang nara sumber dalam Cimahi Technopreneur Camp yang digelar oleh Pemerintah Kota Cimahi bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    Sementara itu produk tempe di Indonesia, lanjut Dr. Bambang, dari dulu hingga sekarang dibungkus dengan daun pisang atau plastik, tidak mengalami perubahan sejak bertahun-tahun lalu. Padahal tempe pertama kali ditemukan 350 tahun yang lalu di Yogyakarta.

    Ironisnya lagi, kata Dr. Bambang, metoda produksi tempe sudah dipatenkan di Amerika Serikat sejak tahun 1966. Begitu juga produk-produk makanan yang mengandung tempe. Total ada sebanyak 71 paten di Amerika yang berhubungan dengan Tempe.

    “Ini artinya apa? Artinya, kalau kita mengekspor tempe ke Amerika Serikat, maka kita harus membayar royalty kepada orang Amerika,” katanya.

    Untuk itu, kata Dr. Bambang, para pengusaha harus memiliki jiwa technopreneurship, harus kreatif dan selalu melakukan inovasi.

    “Membuat kemasan sedemikian bagus sehingga menarik dan membuat orang ingin membeli produk kita, adalah salah satu bagian dari industry kreatif yang juga adalah bagian dari technopreneur,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus