Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Januari Bank bjb Keluarkan Obligasi seri Tujuh

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/bank_jabar_logo.jpg

    Jakarta – Bank Jabar- Banten (bank bjb) akan mengeluarkan obligasi senilai Rp2 triliun. Obligasi itu akan dikeluarkan pada awal tahun ini, paling lambat akhir Januari 2010. Selain itu, bank milik Pemprov Jabar ini juga merencanakan sejumlah aksi korporasi pada tahun 2011.

    Direktur Konsumer Bank bjb Tatang Sumarna mengatakan obligasi yang akan dikeluarkan Januari ini merupakan obligasi Bank bjb yang ke tujuh.

    “Proses sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan sudah mendapatkan persetujuan baik dari direksi dan juga Bank Indonesia. Januari 2011 kami akan keluarkan senilai Rp2 triliun,” kata dia saat penyerahan undian Petik Hadiah Bank bjb di , Tamini, Jakarta, Sabtu (8/1).

    Tatang menambahkan obligasi seri tujuh yang akan dilepas seluruhnya akan digunakan untuk keperluan ekspansi kredit. “100% untuk kredit,”tegas dia.

    Dia menegaskan untuk ekspansi kredit, tahun ini bank bjb tetap akan mempertahankan capital market yang sudah dibina selama ini dengan meningkatkan perhatian kepada kredit untuk sector UMKM. Sektor UMKM
    akan menjadi prioritas penyaluran kredit melalui program kredit mikrotama.

    Bank bjb sendiri sudah menunjuk dua perusahaan sekuritas untuk melepas obligasi tersebut, yakni PT Bahana Sekuritas dan PT Trimegas Securitas. Tanpa menyebutkan berapa jumlah kupon yang akan dilepas, Tatang menegaskan, kedua perusahaan sekuritas ini siap membeli seluruh obligasi jika masyarakat tidak menyerap 100% kupon yang dilepas.

    Selain itu, dia menambahkan bank bjb tahun ini juga akan menambah sejumlah kantor cabang baik di wilayah Jabar dan luar Jabar. Untuk wilayah luar Jabar yang sudah pasti akan dibuka adalah untuk Denpasar
    Bali.

    Tatang menyebutkan Bank bjb akan terus menambah lokasi cabang diluar Jabar karena melihat perkembangan positif nasabahnya. Dia mencontohkan, untuk wilayah Jakarta saja, tabungan yang masuk mencapai Rp8 tirliun atau berkontribusi terhadap DPK ( Dna Pihak Ketiga ) sebesar 25%. Jika digabungkan dengan daerah lain diluar Jabar, termasuk Jakarta, maka kontribusinya dapat mencapai 30%.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus