Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kongres Ke-42 Paguyuban Pasundan di Kabupaten Pangandaran

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13649.jpg

    BANDUNG- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan, Prof.H. Didi Turmudzi mengatakan, PB Paguyuban Pasundan akan menggelar Kongres Ke-42 Paguyuban Pasundan pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 2015 di Kabupaten Pangandaran. Selain akan diikuti oleh utusan Cabang Paguyuban Pasundan dari seluruh Indonesia, kongres tersebut juga akan diikuti oleh utusan Cabang Paguyuban dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Australia dan Amerika Serikat.

    “Tema Kongres “Katara Ayana Karasa Manfaatna. Jumlah peserta kongres kurang lebih sekitar 500 orang,” kata Prof.H. Didi dalam jumpa pers di Kantor PB Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera Nomor 40, Kota Bandung, Rabu (19/8).

    Dalam kongres tersebut, jelas Prof.H. Didi, antara lain akan membahas Laporan Pertanggungjawaban PB Paguyuban Pasundan Periode 2010-2015, Pemilihan Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan untuk periode berikutnya, menyusun pedoman pokok program kerja dan rekomendasi kongres.

    “Selain itu,  akan membahas tentang peningkatan rasa kebersamaan dan kegotongroyongan yang saat ini hampir punah. Juga akan membahas masalah kemiskinan yang belum diminimalisasi,” katanya.

    Untuk keperluan kongres yang akan berlangsung di daerah otonom baru di Provinsi Jawa Barat tersebut, jelas Prof.H. Didi, pihaknya sudah merancang beberapa rekomendasi yang akan dihasilkan dalam kongres, baik rekomendasi untuk internal maupun eksternal.

    Rancangan rekomendasi untuk internal antara lain, di setiap kabupaten/kota harus ada lembaga bantuan hukum yang sipatnya gratis bagi masyarakat tidak mampu. Selama ini, lembaga bantuan hukum Paguyuban Pasundan baru ada di 5 kabupaten/kota, yaitu Sukabumi, Cianjur, Subang, Kota Bandung dan Sumedang.

    “Dalam upaya pengurangan angka kemiskinan, rancangan rekomendasinya agar Paguyuban Pasundan di setiap kabupaten/kota mendirikan baitul mal wat tamwil atau BMT. BMT ini merupakan cikal bakal perbankan dan masyarakat akan merasa terbantu,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus