Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harga Bahan Kulit Bukan Naik lagi tapi Pindah Harga

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13726.jpg

    SUBANG – Kenaikan nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah membawa pengaruh cukup signifikan terhadap industri kulit.

    Pengaruh ini sangat terasa bagi produsen sepatu kulit di Subang dengan naiknya harga bahan baku kulit. Menurut salah seorang perajin kulit, Chairuddin (50 tahun) mengatakan pengaruhnya sangat terasa. “Harga kulit bukan naik lagi, (tapi) pindah harga,” ujarnya saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (25/8/2015).

    Kata Chairuddin, harga 1 feet bahan kulit biasanya dikisaran 14 ribu rupiah sampai 18 ribu rupiah sekarang mengalami kenaikan menjadi 35 ribu rupiah per feet.

    Diakui cukup sulit kalau sampai menaikan harga jual dengan mengikuti kenaikan harga kulit. Khawatir pelanggan kaget. “Kalau naik dari 150 menjadi 160 atau 165, ‘kan masih wajar. Tetapi kalau naik sampai 50 – 100 ribu, ‘kan bikin (pelanggan) kaget,” jelasnya.

    Harga jual untuk alas kaki wanita masih dikisaran Rp110 ribuan sedangkan untuk pria semisal sepatu kerja model pantofel dijual Rp150 ribu. “Itu juga sudah mepet dengan pembelinya masih golongan pribadi. Saya jamin harga masih jauh dibawah di tempat lain,” tambahnya.

    Pesanan untuk yang partai besar masih menerima sekitar 10 – 20 pasang. Sedangkan untuk partai besar belum ada lagi.

    Untuk itu Chairuddin berusaha menyiasati bahan dengan tetap menjaga kualitas ketahanan produk. “Makanya sekarang saya menyiasati bahan antara bahan kulit sepatu dan sendal dengan tetap menjaga kualitas,” jelasnya. Disamping itu menghentikan produksi yang menggunakan kulit mengkilap yang biasa dipesan oleh anggota Kepolisian. Hanya akan memproduksi berdasarkan pesanan. “Sementara saya

    Dengan fluktuasi harga bahan dikhawatirkan timbul kelangkaan bahan yang akan mengganggu produktifitas yang menjadi gantungan karyawannya.

    Sampai sekarang Chairuddin tidak megurangi jumlah karyawannya. “Mudah-mudahan nggak (ada pengurangan karyawan),” pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus