Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bahaya Rokok Semakin Serius

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13750.jpg

    BANDUNGKAB-BUPATI Bandung H. Dadang M. Naser, SH., M.IP menilai bahaya merokok kini telah menjadi persoalan yang semakin serius. Karena kebiasaan ini, menurutnya dapat menimbulkan resiko timbulnya berbagai penyakit. Sebanyak 200 ribu kematian manusia Indonesia setiap tahun karena penyakit yang berhubungan dengan rokok.

    Kendati bahaya asap rokok telah banyak diketahui oleh masyarakat, namun ia menyebutkan jumlah perokok aktif dari tahun ke tahun terus meningkat. “Jika pada sepuluh tahun lalu jumlah perokok di Indonesia hanya 40 juta, kini telah naik hampir dua kali lipat. Hal ini menandakan munculnya perokok baru karena terbujuk oleh iklan rokok diberbagai media,” ungkap H. Dadang M. Naser dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assisten Pemerintahan H. Yudhi Haryanto, SH., SP1 ketika membuka Workshop Penerapan Peraturan Bupati Bandung No. 15/2008 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok di Kabupaten Bandung yang berlangsung di Bale Sawala-Soreang, Rabu (26/8).

    Tampil sebagai narasumber pada kegiatan tersebut DR. Nana Mulyana, SKM., M.Kes, Kabid Advokasi dan Kemitraan Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, disamping tokoh aktor kenamaan Fuad Baraja yang juga aktivis dari Komnas Pengendalian Tembakau. Workshop yang berlangsung sehari penuh itu, diikuti sekitar 100 orang pejabat dari kecamatan dan SKPD lingkup Kabupaten Bandung.

    Upaya yang telah dilakukan Pemkab Bandung untuk mengatasi bahaya asap rokok, diantaranya melalui produk hukum berupa Perda No. 31 Tahun 2000 tentang Kebersihan, keindahan, ketertiban dan kesehatan lingkungan. Selain itu diterbitkan pula Peraturan Bupati Bandung No. 15 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok. “Namun kedua peraturan tersebut, dalam implementasinya dilapangan belum terwujud sesuai dengan harapan,” kata H. Dadang M. Naser.

    Hal senada disampaikan pula DR. Nana Mulyana, SKM., M.Kes, bahwa munculnya perokok baru dikalangan remaja, sebagian besar akibat pengaruh iklan rokok yang kerap ditayangkan disejumlah media massa atau billboard di pinggir jalan. “Iklannya sangat gencar meskipun gambarnya tidak nyambung,” tambah Nana Mulyana. Seraya menyebutkan, Indonesia merupakan negara satu-satunya di dunia yang masih membolehkan adanya iklan rokok.

    Nana mengungkapkan, jumlah penderita penyakit paru di Indonesia dewasa ini mencapai 20 juta orang. Sementara penderita jantung tercatat 4 juta jiwa, kanker 3 juta dan stroke 3 juta orang. “Penyakit paru yang berhubungan dengan rokok tercatat paling besar jumlahnya,” kata Nana Mulyana.
    Kebiasaan merokok sekarang ini menurut Fuad Baraja, merambah pula ke kalangan wanita. Bahkan menurutnya, laju pertumbuhan perokok wanita di Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini mencapai 300 persen. Sedangkan di kalangan remaja pertumbuhannya mencapai 16 persen per tahun. “Tercepat di dunia,” kata Fuad Baraja.
     Soreang, 26 Agustus 2015

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus