Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Unjuk Rasa Buruh Sampaikan Sejumlah Tuntutan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13852.jpg

    BANDUNG- Ratusan buruh melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro, depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/9). Unjuk rasa buruh perwakilan dari berbagai organisasi buruh di Jawa Barat tersebut berlangsung kondusif.

    Dalam aksi unjuk rasa tersebut, perwakilan pimpinan organisasi buruh yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (GOBSI), silih berganti menyampaikan orasi. Dalam orasinya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya turunkan harga barang pokok atau sembako dan harga bahan bakar minyak (BBM). Menolak ancaman PHK terhadap buruh akibat melemahnya nilai rupiah dan perlambatan ekonomi, sehingga perlu ada insentif bagi buruh yang terancam PHK. Tolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) dan menolak dihapuskannya kewajiban berbahasa Indonesia bagi TKA.

    Tuntutan lainnya adalah naikkan upah minimal 22 persen pada tahun 2016. Untuk menjaga daya beli buruh dikembalikan dengan menaikkan upah. Selain itu, buruh juga menolak RPP Pengupahan yang hanya berbasis inflasi plus dan PDB serta revisi KHL dari 60 item menjadi 84 item.

    Buruh juga menuntut revisi PP tentang jaminan pensiun yaitu manfaat pensiun bagi buruh sama dengan pegawai negeri sipil (PNS), bukan Rp 300 ribu per bulan. Tuntutan buruh lainnya adalah hapuskan perbudakan modern dengan mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT).

    Usai melakukan orasi, sejumlah pimpinan organisasi buruh diterima oleh Agus Sulistoyono, staf Bagian Humas Setda Provinsi Jawa Barat dan Tampung, staf Bidang Perlindungan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat di ruang Tampomas, Gedung sayap barat Gedung Sate, bekas Gedung DPRD Jabar.

    Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pimpinan organisasi buruh yaitu Sabilar Rosyad, Sekretaris DPW FSPMI Jawa Barat menyampaikan tuntutan-tuntutan buruh secara tertulis untuk disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan dan meminta dijadwalkan untuk audensi dengan Gubernur.

    Usai menerima tuntutan buruh secara simbolis tersebut, Agus berjanji akan menyampaikan aspirasi para buruh tersebut kepada Gubernur secepat mungkin.

    Menurut Sabilar Rosyad, persoalan buruh saat ini merupakan persoalan yang krusial dan sangat mendasar “Sudah banyak perusahaan yang tutup akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Banyak karyawan yang dirumahkan. Persoalan buruh ini sudah stadium empat,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus