Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Cegah Konflik Sosial, Penyelenggara Pemilu Diharapkan Hadirkan Pilkada Aman, Demokratis, dan Berintegritas

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13908.jpg

    Jakarta- Anggota Komisi II DPR RI Yudi Kotouky, dalam release yang diterima jabarprov.go.id pekan lalu, mengatakan DPR RI melalui Komisi II menghimbau kepada setiap penyelenggara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), baik KPU, pasangan calon (paslon) dan timsesnya, maupun masyarakat pemilih (voter) agar menghadirkan pilkada serentak tahap pertama ini secara damai, demokratis, dan berintegritas. 

    "Pilkada serentak ini rentan terjadi konflik sosial. Oleh karena, akses kekuasaan yang diperebutkan sangat dekat dengan basis konstituen atau pendukung masing-masing calon.Beberapa indikasi potensi konflik tersebut, mulai terlihat pada tahap pendaftaran, dimana putusan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak serta merta diterima begitu saja oleh pihak berkepentingan sehingga, di beberapa daerah muncul berbagai penolakan.

     
    Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu), dari 269 daerah tersebut,  masih terdapat 69 kasus sengketa sejak pendaftaran hingga penetapan pasangan calon. Dari kasus tersebut, 20 kasus sengketa sudah diputuskan, 4 kasus sengketa dinyatakan gugur, dan masih 38 kasus sedang dalam proses musyawarah. 

    "Namun demikian, dari 20 kasus sengketa yang telah selesai itu bukanlah hasil musyawarah mufakat pihak yang sedang bersengketa, melainkan keputusan pengawas pemilu. Sehingga, keputusan itu bisa saja memicu terjadinya konflik sosial antar pendukung pasangan calon di kemudian hari.
     
    Diharapkan, ujar Yudi 8 kasus pilkada yang saat ini masih sengketa dapat diselesaikan dengan proses musyawarah. "Jika sengketa itu tidak diselesaikan dengan benar dan adil maka akan memicu konflik sosial," tutup Yudi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus