Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    SBY Sampaikan Orasi Ilmiah di Hut Unpad ke-58

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13971.jpg

    BANDUNG- Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan orasi ilmiah diharapan civitas akademi Unpad yang sedang merayakan
    Dies Natalis ke-58 tahun.

    SBY memberikan orasi bertema “Reorientasi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Merespons Perkembangan Global” . Dalam orasi ilmiah itu
    SBY mengungkapkan pandangannya mengenai pembangunan berkelanjutan.

    “Implikasi dari pertambahan penduduk juga meningkatkan kebutuhan akan pangan dan air. Diperkirakan jumlah kebutuhan pangan akan meningkat
    70%, dan air sebesar 60%. Tahun ini penduduk dunia 7 miliar, tahun 2045 akan capai 9 miliar,” kata SBY.

    Kondisi tersebut membuat SBY menganalogikan sebuah skenario gelap. Skenario tersebut terjadi apabila manusia terus mempertahankan apa
    yang dilakukan saat ini, seperti eksploitasi sumber daya alam terus menerus. Dampaknya, pemanasan global cepat terjadi.

    “Political will dan kebijakan yang kuat untuk mengatasi pemanasan global ini belum kuat,” tambahnya.

    Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang banyak, Indonesia harus mampu berubah. Perubahan tersebut mencakup strategi kebijakan dan
    pelaksanaan pembangunan. Dalam orasi tersebut, SBY mengungkapkan gagasan Trilogi Pembangunan Abad 21 yang meliputi aspek pertumbuhan,
    pemerataan, dan berkelanjutan.

    Dalam gagasan trilogi tersebut, SBY mengutarakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan saat ini harus tetap terjadi tetapi tidak merusak
    lingkungan. Dalam hal ini, Perguruan Tinggi harus fokus pada menyampaikan pikiran cerdasnya tentang pembangunan berkelanjutan serta
    upaya mencegah pemanasan global. “Saya tantang Unpad untuk menjadi leader dari pembangunan berkelanjutan dan pencegahan pemanasan
    global,” kata SBY. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus