Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Badan Diklat Harus Berperan Sebagai Champions Of Innovation

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14073.jpg

    BANDUNG-Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) menyambut sangat baik inisiatif Badan Diklatda Provinsi Jawa Barat menggelar pameran inovasi yang dihasilkan dari projek-projek perubahan para alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat II, III dan IV di Jawa Barat.

    “Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena pameran inovasi ini telah membuktikan kepada kita semua bahwa paratur pemerintah kita bisa berubah,” kata Deputy Inovasi LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo dalam sambutannya pada Pembukaan Pameran Inovasi Projek Perubahan PNS Alumni Diklatpim dan Launching Badiklatda Berbasis Teknologi Informasi di Aula Gedung Badiklatda Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu Nomor 26, Kota Bandung, Senin (21/9).

    Selama ini, kata Tri Widodo, aparatur pemerintah sering disetigmakan sebagai sebuah bangunan, sebuah konstruksi yang sangat kaku, yang sangat dingin, yang sangat tidak responsive terhadap kebutuhan-kebutuhan, permintaan-permintaan masyarakat yang terus berkembang.

    “Namun pada hari ini, kita ingin membuktikan bahwa semua pandangan itu adalah keliru. Kita akan melihat dengan  efiden yang disodorkan oleh para alumni bahwa pemerintah kita, terutama di lingkungan Provinsi Jawa Barat, terus melakukan transformasi yang tiada henti untuk menuju kepada pelayanan public yang baik melalui kinerja yang optimal dari para pejabat yang ada di daerah ini,” katanya.

    Tri Widodo mengungkapkan, kalau kita menyimak hasil global innovation indeks pada tahun 2014, posisi Indonesia berada pada peringkat 85. Tahun 2015 sayangnya, peringkat kita turun menjadi peringkat 87. Dan kalau kita melihat komponen-komponen yang membentuk indeks inovasi global itu, yang dianggap lemah dalam global innovation indeks Indonesia adalah factor institution. Factor institution ini adalah persoalan bagaimana pemerintah menyusun kebijakan yang berpihak kepada  masyarakat untuk menumbuh kembangkan setiap potensinya, kreativitas dan perubahan-perubahan yang diinginkan. Kebijakan public di Indonesia sering dianggap sebagai kebijakan yang  tidak berbasis pada epidens. Yang  dirumuskan hanya untuk kepentingan-kepentingan pragmatis jangka pendek oleh kelompok-kelompok tertentu.

    “Dengan adanya projek perubahan dan juga berbagai macam tranformasi yang digagas oleh alumni diklat kepemimpinan, maka kita ingin sekali lagi membuka mata dunia bahwa perubahan itu sudah nyata di Indonesia. Bahwa inovasi itu  sudah menjadi keseharian bagi aparat pemerintah di Indonesia,” katanya lagi.

    Pameran inovasi ini, menurut Tri Widodo, memiliki arti yang sangat strategis, mengingat selama ini kita mencoba membandingkan kinerja pemerintah dari waktu ke waktu yang relative stagnan. Tahun 1998, ketika rezim orde baru digantikan oleh rezim reformasi dan sejak itu, kita mencanangkan untuk melakukan reformasi total dari segala bidang, tetapi hingga saat ini, sekitar 17 tahun berlalu, tetapi kinerja kebangsaan kita relative tidak berjalan secara cepat. Kita melihat indeks pembangunan manusia kita, masih jauh tertinggal dengan Negara-negara tetangga kita. Begitu pula dengan bisnis kita, masih kalah bersaing dengan Negara-negara lain. Koruption perception indeks kita, masih juga liding dibanding dengan nagara-negara lain. Kita juga bisa melihat bahwa pendapatan perkapita kita tahun 1998 dan tahun 2015, kita masih tetap berada pada kategori Negara berpendapatan  menengah ke bawah.

    Dalam pasal 386 UU Pemerintahan Daerah ditegskan, setiap pemerintah daerah diwajibkan untuk melakukan inovasi pemerintahan daerah, yaitu pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam segala bentuknya, maka pameran inovasi ini diharapkan akan menjadi tonggak  dari sebuah era baru tentang pemerintahan yang inovatif. Pemerintahan yang terus maju yang  tidak lagi seolah-olah naik dalam komedi putar 17 kali berputar, tetapi turunya di tempat yang sama ketika kita berangkat pada saat kita tinggalkan komedi putar itu.

    “Kami ingin menyampaikan harapan bahwa pameran inovasi ini, hanya menjadi salah satu ajang promosi, ajang publikasi terhadap apa yang kita sudah lakukan, tetapi ini saja tidak cukup. Kita mengharapkan bahwa pameran inovasi ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dengan  peserta yang lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sering, dengan mutu perubahan yang tentu juga semakin baik.Namun, pada saat yang sama, kami berharap bahwa Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat akan mampu memainkan peran baru sebagai champions of innovation,” katanya.

    Sebagai champions of innovation, kata Tri Widodo, maka Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat beserta seluruh ponggawa yang ada di dalamnya, baik itu para pejabat structural maupun fungsional widyaswara, tidak cukup hanya menghasilkan para pemimpin-pemimpin perubahan melalui program diklat kepemimpinan, tapi juga diharapkan ke depan juga akan mampu untuk memfasilitasi, mengadvokasi SKPD-SKPD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang sudah tidak kalah kualitasnya.

    “Dengan kata lain, kami menyampaikan tantangan kepada Badan diklat daerah provinsi jawa barat ini untuk membentuk laboratorium-laboratorium inovasi di berbagai daerah dan di berbagai SKPD, sehingga perubahan tidak hanya kita lahirkan dari jalur diklat kepemimpinan, tapi kita ciptakan pintu-pintu yang sebanyak mungkin untuk lahirnya inovasi-inovasi di tanah pasundan ini. Dengan cara seperti itu, maka perubahan akan kita lakukan dengan lebih cepat dan lebih massif,” pungkasnya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus