Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    ElNino Kuat dan IOD Positif Perparah Kekeringan Hingga Akhir Tahun

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14213.jpg

    BANDUNG - Fenomena ElNino kuat dan IOD positif yang terjadi secara bersamaan akan saling memperkuat dan menimbulkan dampak kekeringan parah di Indonesia. 

    Hal ini terungkap dalam materi Karakteristik Iklim Indonesia, yang disampaikan oleh peneliti PSTA LAPAN Eddy Hermawan, pada acara Bimtek Cuaca dan Iklim untuk Guru dan Jurnalis di kantor PSTA LAPAN, Bandung.

    Menurut Eddy, ElNino kuat menunjukkan terjadinya anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang lebih hangat dari biasanya. Anomali menghangatnya suhu laut di Pasifik ini turut mempengaruhi
    kondisi atmosfer di atasnya. Hal ini mengakibatkan pelemahan sirkulasi angin Walker yang dalam kondisi normal seharusnya bertiup dari Samudra Pasifik menuju Indonesia.

    Dengan terjadinya ElNino kuat, sirkulasi Walker pun melemah karena “kolam hangat” (warm pool) yang seharusnya terbentuk di lautan Indonesia berpindah ke Pasifik. Akibatnya, pembentukan awan dan hujan
    yang seharusnya terjadi di Indonesia pun berpindah ke Samudra Pasifik.

    Di sisi lain, IOD positif menunjukkan suhu permukaan laut di Samudra Hindia di dekat Afrika lebih hangat dibandingkan dengan suhu permukaan laut di Samudra Hindia dekat Sumatra. Akibatnya, terbentuk tekanan
    rendah di dekat Afrika sehingga pusat konveksi pun berpindah dari Sumatra menuju Afrika.

    Baik ElNino maupun IOD, papar Eddy, sama-sama berdampak pada kekeringan di Indonesia karena kedua fenomena ini telah menggeser pusat-pusat konveksi di Indonesia menuju Samudra Pasifik dan Samudra
    Hindia dekat Afrika.

    Lalu sampai kapan ElNino kuat dan IOD positif ini akan berlangsung? Menurut Ketua Tim Variabilitas Iklim PSTA LAPAN, Erma Yulihastin, berdasarkan prediksi 17 model global, ElNino kuat dengan indeks lebih
    besar dari +2 akan terus berlangsung hingga Februari 2016.

    Puncak ElNino kuat ini akan terjadi pada bulan November dan Desember 2015 dengan indeks mencapai +2,5. Selain itu, terjadinya ElNino hingga Februari 2016 tersebut memiliki peluang lebih dari 95 persen,
    berdasarkan konsensus prediksi probabilitas ENSO yang dirilis oleh CPC/IRI (Climate Prediction Center/International Research Institute for Climate and Society). Adapun IOD positif berdasarkan prediksi akan berlangsung hingga November 2015.

    Dengan bergabungnya dua ElNino kuat dan IOD positif ini, diprediksi Indonesia akan mengalami kekeringan parah hingga November bahkan hingga akhir tahun 2015.

    Meskipun demikian, berdasarkan prediksi model CCAM yang dijalankan oleh LAPAN, pola angin monsun baratan yang menunjukkan musim hujan mulai terbentuk secara stabil pada Desember 2015. Berakhirnya musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Desember ini diharapkan secara perlahan dapat meredam dampak kekeringan. Meskipun curah hujan yang turun pada Desember 2015 tersebut diprediksi berada di bawah normal. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus