Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher Ajak Partai Politik Perhatikan Pertanian

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14371.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan mengatakan, Jawa Barat dianugarahi banyak kelebihan bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Diantaranya, dianugrahi curah hujan terbesar. Oleh karena itu, sangatlah wajar kalau kita harus dan berkewajiban untuk mempertahankan Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional.

    “Alhamdulillah sampai hari ini, kita meskipun ruang sawah lahan basahnya lebih sedikit dibanding dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tetapi kita masih menjadi penghasil padi terbesar di Indonesia.

    Saya sengaja menyebut ini, supaya kita sadar terhadap negeri agraris yang kita cintai ini,” kata Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, akrab di sapa Kang Aher, dalam sambutannya pada acara Pembukaan Musyawarah Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, di Hotel Grand Aquilla, Jalan Djundjunan, Kota Bandung, Sabtu (10/10).

    Kalaulah negeri ini sudah berubah menjadi negeri industri atau jadi negeri yang tidak lagi berbasis pada agraris atau pada pertanian,  lanjut Aher, nicaya pelambatan perekonomian yang terjadi pada saat ini yang melanda semua negeri, termasuk negeri kita, yang ditandai dengan naiknya dollar di atas mata uang non dollar, termasuk mata uang rupiah, maka kita akan terdampak sangat luas. “Dampak tersebut bisa dihambat karena negeri kita masih negeri agraris,” katanya.

    Ke depan negeri agraris, menurut Aher, akan menjadi negeri yang paling diminati paling dinanti, paling diharapkan kontribusinya terhadap dunia internasional.  Apa sebabnya? Sebab, seiring sejalan dengan banyaknya penduduk ternyata seiring sejalan dengan kebutuhan pangan.

    “Alhamdulillah berarti ini menunjukkan bahwa petani-petani Jawa Barat paling bagus karena kelihatanya, kita paling siap untuk mempertahankan ketahanan pangan.  Kalau kita pergi ke Sulawesi Selatan ternyata para petaninya berasal dari Jawa Barat. Bahkan saya pernah ngobrol dengan Pak JK (Wapres RI Jusuf Kalla). Kata Pak JK, orang Sulsel belajar bertani dari Jabar,” katanya.

    Agraris, menurut Aher, merupakan factor paling penting. Sebab, pada  saat ini Indonesia masih dihuni oleh 55 persen petani dan nelayan. Kalau kemudian kita ke depan, di Jawa Barat atau di luar Jawa Barat berpihak kepada petani dan berhasil menyelesaikan urusan pertanian yang berdampak tidak saja kepada katahanan pangan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan para petani, maka kita sama dengan sudah menyelesaikan 55 persen masalah ke Indonesiaan.

    “Oleh karena itu, saya ingin mengajak partai-partai politik untuk memperhatikan situasi dengan baik, yaitu pertanian dan nelayan serta yang terkait dengan rumpun pertanian,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus