Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bentuk Insan Cendikia, Perlu Konsep Pendidikan Berkualiatas

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14733.jpg
    Ustadz Erik (bersamadakwah.net)

    BANDUNG- Memasuki era milenium baru yang disebut dengan era globalisasi dimana semua informasi akan masuk dengan mudah dan diterima oleh semua lapisan masyarakat, khususnya anak-anak, selain berdampak positif, adanya globalisasi tersebut juga dihadapi dengan berbagai problematika yang di hadapi oleh seluruh manusia. Problematikanya juga semakin kompeks dan meluas serta menimbulkan kaburnya batas-batas sehingga timbul pergeseran nilai-nilai dalam individu yang membawa dampak positif ataupun negatif.

    Melihat permasalahan tersebut, menjadikan tantangan bagi dunia pendidikan, dimana modernisasi dan globalisasi membawa pengaruh yang sangat signifikan.

    Pimpinan Lembaga Dakwah Kreatif (iHaqi), Ustaz Erick Yusuf mengatakan, untuk membentuk insan cendikia seutuhnya, diperlukan suatu konsep pendidikan berkualitas, yang harus di tunjang dengan tenaga pendidik dan kurikulum yang berbasis kompetensi.

    “Pendidikan yang memadukan iptek dan imtaq menjadi salah satu alternative bagi orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada putra putrinya,” ujar Erick, disela sela open house SMP Kreatif iHAQI, belum lama ini.

    Menurut Erick,  untuk menghasilkan insan cendekia ada tiga point penting yang harus dipenuhi dalam pendidikan berkualitas, yaitu agamis, universal dan kreatif yang akan mewarnai kurikulum pada konsep pendidikan di SMP Kreatif iHaqi.

    “Jika selama ini para siswa di sekolah umum hanya mendapat dua jam mata pelajaran dalam satu minggunya, melalui konsep Boarding School bisa menjadi solusinya, dimana pagi hingga siang siswa belajar seperti biasa dengan kurikulum dari Diknas, dan di sore sampai malam hari, mereka akan belajar tentang agama,” tuturnya.

    Dengan begitu menurut Erick, ilmu yang diperoleh siswa akan menjadi lebih menyeluruh atau Kaffah, ditambah penguasaan bahasa menjadi satu keharusan, sehingga dalam point universal yang diterapkan di iHAQI, para siswa di tuntut untuk bisa berbahasa asing disamping bahasa ibu.

    “Cerminan point universal di sini ditunjukan dengan pemakaian bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, ditambah dengan bahasa sunda sehingga diharapkan para siswa tidak luntur rasa nasionalismenya serta tidak melupakan akar budayanya melalui bahasa daerah,” pungkasnya. (Parno)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus