Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Dorong Industri Energi Alternatif

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/mesin.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendorong pembangunan industri yang menghasilkan energi alternatif seperti Bioethanol. Menurutnya keberadaan pabrik ini mampu memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya para petani singkong yang berperan sebagai pemasok bahan baku bagi Pabrik Pengolahan Bioethanol. Dengan demikian, keberadaan Pabrik Pengolahan Bioetanol mampu menjadi akslerator bagi perkembangan ekonomi masyarakat sekitar, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

    Menurut Heryawan pertambahan jumlah penduduk serta laju pertumbuhan perekonomian dunia, telah memacu perkembangan industri meningkat deras. Seiring dengan itu konsumsi energi, khususnya yang berasal dari minyak bumi meningkat tajam. Bahkan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries), memprediksi bahwa kebutuhan minyak dunia meningkat sekitar 1 juta barel per hari (BPH) tiap tahunnya, dan akan menyentuh angka 105,5 juta barel per hari (BPH) pada 2030.

    Jumlah tersebut 40% lebih banyak dari konsumsi saat ini. Dimana 75% diantaranya berasal dari negara-negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut akan terus berjalan menyedot cadangan minyak bumi dunia, apalagi minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak terbarukan (unreneweble resources). Untuk itu perlu upaya sungguh-sungguh dalam menyiapkan sumber energi alternatif terbarukan. “Tentunya harus diantisipasi sejak dini menyiapkan bahan energi alternatif terbarukan, seperti bioethanol,” ujar Heryawan saat meresmikan Pabrik Pengolahan Bioethanol Bahan Baku Singkong di Kampung  Nangewer Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Selasa (11/1)

    Mencermati kondisi tersebut, lanjut Heryawan maka menjadi keharusan bagi kita semua, baik pemerintah, masyarakat  serta kalangan dunia usaha untuk menaruh concern dalam upaya penemuan sumber energi baru. Apalagi sumberdaya alam yang dimiliki Jawa Barat cukup melimpah. Dimana memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi, seperti: potensi energi perairan, energi surya, panas bumi, hingga biomass. “Syukur alhamdulillah, upaya kita dalam menemukan sumber energi terbarukan dapat terwujud, yang ditandai dengan hadirnya Pabrik Pengolahan Bioethanol bahan baku singkong,” tuturnya

    Sejumlah keuntungan dengan produksi bioethanol, yaitu: hasil pembakaran bioethanol memiliki kadar CO (karbondioksida) yang lebih rendah dibandingkan dengan pembakaran minyak bumi. Selain itu kelangsungan sumber energi bioethenol lebih terjamin. Selama adanya ketersedian bahan baku berupa singkong maka bioethanol dapat terus diproduksi, dan alhmadulillah tanah yang kita miliki cocok untuk ditanami singkong. Juga terjaminnya kestabilan harga singkong. Hal ini dikarenakan permintaan terhadap singkong akan terus ada, sehingga pendapatan petani singkong dapat meningkat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus