Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub Apresiasi Festival Musik Keramik 2015

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14808.jpg

    JATIWANGI-Komunitas Jatiwangi Art Factory (JAF) menggelar perhelatan 3 tahunan, yang dirintisnya mulai tahun 2012, yaitu Festival Musik Keramik yang diselenggarakan mulai 11-27 November 2015, di Ex. Pabrik Gula Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka langsung gelaran seni inovatif ini, Selasa (11/11). Pasa sambutannya Wagub memberikan apresiasi yang besar kepada komunitas ini. Komunitas yang telah 10 tahun berkarya secara mandiri. Dan berprestasi hingga ke taraf internasional.

    Komunitas JAF ini menginspirasi dunia, berbagai pengamat, dan pemerhati budaya dari berbagai negara di dunia, berdatangan setiap tahunnya untuk belajar jalur baru seni musik ini.

    Pada kesempatan tersebut, Wagub pun meminta maaf karena pemerintah Provinsi Jawa Barat belum bisa memberikan bantuan yang berarti kepada mereka.

    "kita terimakasih kepada komunitas JAF telah membangun masyarakat yang tidak gagap kepada budaya dan seni. Atas nama\ pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mohon maaf karena belum bisa memberi bantuan yang berarti," Ungkap Wagub.

    "Mari kita kembangkan musik keramik ini agar dapat menjadi ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat!" Ajak Wagub.

    Pada pembukaan festival ini, sebanyak 5.000 orang warga yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari 16 desa di Kecamatan Jatiwangi turut serta. Festival ini pun menjadi selebrasi perayaan  lahirnya musik keramik yang merupakan kebudayaan baru di Jatiwangi. Yang sebelumnya kecamatan di Jawa Barat ini, memang terkenal sebagai penghasil genting keramik terbesar di Indonesia.

    Salah seorang pendiri JAF, Ginggi Syarif Hasyim mengatakan bahwa pada tahun ini, selain kolaborasi musik, panitia pun membuat rangkaian kegiatan lain, seperti Dongeng Tanah yang menandai musim pengolahan tanah, kemudian Membangun Lumpur untuk musim pembangunan. Kemudian Serangan Lempung untuk musim permainan, serta Ramalan Bumi pada musim perayaan November ini. Adapun pameran karya hasil pengolahan tanah liat, dan pembuatan parfum aroma wangi hujan.

    "Ini merupakan acara pembukaan Keramik Musik Festival, 'Masyarakat Tanah Berbunyi', gerakan 5000 rampak tanah berbunyi, ini yang jadi penanda festival kami di buka. Di rangkaian itu ada, kami mengundang pemusik dari beberapa negara, juga dari Indonesia sendiri untuk membuat worksop bersama pemuda Jatiwangi, nanti ditampilkan di tanggal 27. Disamping itu juga ada hasil kreasi dari yang berhubungan dengan pengolahan tanah liat. Ada yang membuat parfum tanah, ada yang membuat alat-alat musik dari keramik, ada yang membuat parfum wangi hujan," papar Ginggi.

    "Dari pemerintah provinsi sangat mendukung, pemerintah daerah kita bergotong royong bersama. Bantuan bukan selalu bersifat uang, kita lebih suka bergotong royong, bekerja sama. Apapun persoalannya ketika kita bergotong royong, masalah akan selesai" terangnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus