Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Baru Sepertiga Layanan Rumah Sakit di Subang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14841.jpg

    SUBANG – Layanan Rumah Sakit terhadap pasiennya baru terpenuhi sepertiganya dari jumlah yang ditargetkan. 

    Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Subang, dr. Budi Subiantoro dari segi jumlah tempat tidur belum memenuhi target yang diharapkan. “Seharusnya ada 1500 tempat tidur. Saat ini dari delapan rumah sakit baru tersedia 500 tempat tidur,” jelas dr. Budi disela-sela kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di Subang, Minggu (15/11/2015).

    Makanya pelayanan di IGDmenumpuk karena harus menunggu dulu pasen yang pulang. “Sedangkan rumah sakit tidak boleh menolak pasien,” ujar Budi.

    Untuk itu pihaknya menerapkan strategi mempertahankan Rumah Sakit Umum Daerah dengan yang sudah tipe B. Namun keberadannya masih belum bisa bersaing dengan rumah sakit swasta. “Seperti layanan NICU, CT Scan kita masih kurang. Berharap Pemda bisa meluluskan anggarannya,” harapnya.

    Kemudian mendorong rumah sakit swasta untuk meningkatkan tipe layanan. Dari 7 rumah sakit swasta yang ada rata-rata tipe C. “Apabila ada yang ingin meningkatkan menjadi tipe C atau ada klinik yang akan menjadi rumah sakit tipe D, kami dorong untuk menambah jumlah tempat tidurnya,” kata dr. Budi.

    Strategi lainnya dengan mengundang investor untuk membangun rumah sakit. Terutama untuk daerah yang jauh dari layanan rumah sakit, diantaranya di daerah selatan Subang karena belum punya rumah sakit di sana. “Mereka (investor) sudah beli tanah di daerah Jalancagak. Itu kami welcome karena di atas belum ada (Rumah sakit),” tambahnya

    Dinas Kesehatan dengan BPMP telah berkoordinasi supaya memberikan kemudahan dalam pendirian rumah sakit.

    “Kami juga tetap mengacu kelengkapan ijin yang itu ada pada BPMP. Baru kami berikan rekomendasi kelayakan mendirikan rumah sakit,” jelasnya.

    Budi mengakui banyak tantangan dalam mendirikan rumah sakit. Diantaranya syarat menyediakan minimal 4 dokter spesialis. “Spesialis Anak, Dalam, Kebidanan dan Spesialis Bedah itu minimal harus ada,” paparnya menjelaskan.

    Kemudian tantagan regulasi yang membatasi Surat Ijin Praktek (SIP) dokter spesialis maksimal di 3 tempat. Kecuali kalau benar-benar dibutuhkan di lebih 3 tempat, harus mengajukan permohonan ke tingkat provinsi. “Minta yang namanya surat tugas. Dengan surat tugas dari provinsi bisa lebih di tiga tempat,” jelasnya lagi. Itu pun atas pertimbangan yang matang dari provinsi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus