Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Kukuhkan 792 Motekar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15085.jpg

    BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan mengukuhkan 792 Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Taman Sari, Kota Bandung, Senin (30/11).

    Pengukuhan Motekar dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat tersebut dilakukan Gubernur berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor463/Kep.694-BP3AKB/2015 Tanggal 25 Juni 2015. Pengukuhan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta Motekar oleh Gubernur kepada  dua orang perwakilan Moteker yaitu Parman dan Nurul Amah.

    Acara dihadiri oleh Kepala BKKBN dr. Surya Chandra Surapaty, MPh, MPd, Kepala BP3AKB, Dr.Hj. Nenny Kencanawati, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Barat, Drs. Sugilar, Tim Penggerak Desa dan Kelurahan, PLKB dan para tamu undangan.

    Gubernur dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Motekar merupakan inovasi Jawa Barat generasi berikutnya, yang sebelumnya sejak tahun 2010 demi mengendalikan kependudukan di Jawa Barat, Jawa Barat pun mendampingi PLKB yang sudah hadir sebelumnya, yaitu hadirnya Tim Penggerak Desa (TPD) dan Tim Penggerak Kelurahan (TPK).

    “Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucapkan selamat kepada Motekar. Terima kasih kepada TPD dan TPK yang sudah berkarya, hasilnya sudah terlihat, baik dalam konteks pengendalian kependudukan maupun masalah-masalah kependudukan yang lainnya,” kata Gubernur.

    Gubernur mengungkapkan, tahun 2008, pertumbuhan penduduk Jawa Barat atau Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Jawa Barat yaitu 1,9 persen. Alhamdulillah turun berikutnya menjadi 1,8 persen. Berikutnya berkat kehadiran berbagai pihak termasuk TPD dan TPK, turun di angka 1,6 persen.

    Kalau kita melihat kawasan Jawa Barat bagian Timur, lanjut Gubernur, seperti Kuningan umpamanya, LPP nya hanya 0,45 persen. Ini pertanda ada keberhasilan. Begitu pula kabupaten-kabupaten yang lain di Kawasan Timur Jawa Barat, Majalengka, Cirebon, Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya dan lain-lain.
    Tetapi, sementara ini gula-gula kehidupan lebih banyak di kawasan Barat. Ternyata disamping berasal dari pertumbuhan yang berasal dari kelahiran, di kawasan Barat Jawa Barat hadir pertambahan penduduk yang berasal dari urbanisasi. Oleh karena itu, kalau di Kuningan 0,45 persen, tetapi di Bekasi LPPnya mencapi 4,1 persen.

    “Ini bukan berarti TPD dan TPK di Bekasi kurang berhasil, tetapi karena memang akibat dari modernisasi dan industrialisasi yang hadir di sana sehingga menghadirkan urbanisasi sehingga pertambahan penduduk semakin tinggi,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus