Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DPR Prihatin Angka Kecelakaan Masih Tinggi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15168.jpg

    BANDUNG- Wakil Ketua Komisi Transportasi DPR RI Yudi Widiana Adia sangat prihatin atas maraknya kecelakaan transportasi darat yang merenggut nyawa lebih dari 35 orang dalam sepekan terakhir ini. Sehingga, pihaknya mempertanyakan janji pemerintah untuk merealisasikan program Peta Jalan Nol Angka Kecelakaan (road map to zero accident) yang dicanangkan sejak tahun 2008.

    "Saya prihatin dengan terjadinya kecelakaan beruntun ini. Dalam sepekan ini, ada dua kecelakaan maut di tol Cipali yang menewaskan banyak orang. Ditambah lagi, dengan tabrakan maut metromini dengan KRL. Ini bukti kita belum serius menekan angka kecelakaan. Kita sudah ada program “roadmap to zero accident” sejak tahun 2008, tapi program ini mandek. Angka kecelakaan masih tinggi dan 26.623 nyawa melayang setiap tahun di jalan raya," kata Yudi dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Senin (7/12).

    Ketidakseriusan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan untuk menekan angka kecelakaan, kata Yudi, terlihat dari tidak adanya indikator kinerja Kemenhub untuk penurunan angka kecelakaan di sektor transportasi darat. Padahal, kata Yudi, dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan jalan (RUNK), Menhub bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan keselamatan kendaraan.

    "Kecelakaan ini menunjukkan bahwa pemerintah gagal dalam menekan angka kecelakaan. Makanya, Komisi V DPR RI menagih implementasi rencana aksi roadmap to zero accident dari Kementerian Perhubungan," tegas Legislator PKS dari daerah pemilihan Jawa Barat ini.

    Diketahui, dalam sepekan ini terjadi dua kecelakaan maut di darat. Pertama, yang terjadi di Tol Cipali dengan korban tewas sebanyak 17 orang; Kedua, yang terjadi di Tubagus Angke, Jakarta Utara, dimana adanya tabrakan antara Metromini jurusan Kota-Kalideres dengan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan korban tewas sebanyak 18 penumpang.

    Selain itu, korban meninggal akibat kecelakaan jalan raya di Indonesia selama 5 tahun terakhir masih tinggi. Di tahun 2010, jumlah korban meninggal sebanyak 31.234 orang. Angka kecelakaan sempat menurun di tahun 2013 dengan jumlah korban sebanyak 26.484 orang. Namun, pada 2014, korban meninggal naik menjadi 26.623 orang. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus