Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Waspadai Peningkatan Kekerasan Seksual pada Anak

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15355.jpg

    LEMBANG-Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat pada tahun 2015 ini telah menangani 246 kasus kekerasan anak atau naik 25 persen dari tahun sebelumnya 164 kasus. Yang memprihatinkan, sebagian besar kasus adalah kekerasan seksual dan beberapa di antaranya telah masuk ranah hukum.

    Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Heryawan menuturkan, kasus kekerasan seksual setiap tahun antara lain pencabulan, pemerkosaan, dan pelecehan seksual,
    cenderung meningkat sementara tren sebelumnya yakni perdagangan manusia (trafficking) terus menurun sejak 2012 lalu.

    “Rendahnya kehangatan dalam keluarga menjadi salahsatu terjadinya kasus tersebut. Kami juga prihatin karena banyak di antara pelaku kasus adalah kerabat korban sendiri, seperti ayah tiri bahkan orang tua sendiri. Jadi, kini yang harus diwaspadai bukan hanya orang asing, tetapi juga kerabat sendiri,” tuturnya di sela-sela Peringatan Hari Ibu 2015 Tingkat Jawa Barat di Sesko AU Kabupaten Bandung Barat, Lembang, Minggu (20/12) pagi.

    Menurut dia, sejumlah kasus tersebut terjadi hampir di semua daerah di Jawa Barat, yang mana daerah perkotaan merupakan wilayah yang rawan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak. Selain dari dalam keluarga, faktor lain yang juga memicu terjadinya kasus tersebut adalah minimnya tingkat pendidikan dan wawasan dalam keluarga.

    Guna mengelimir kasus tersebut, lanjut Netty, P2TP2A Jabar melakukan berbagai upaya seperti menggelar roadshow ke berbagai daerah di Jawa Barat dengan menggandeng berbagai pihak terkait. Contohnya Dinas Pendidikan, Komisi Penanggulangan Aids, dan tentunya para orang tua, sehingga tersosialisasikan nilai-nilai budi pekerti terhadap anak serta pola pengasuhan yang benar.

    Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi P2TP2A Jabar, Dwi Septiawati menambahkan, pihaknya menggelar gerakan kampanye Antikekerasan Terhadap Anak pada Hari Ibu ini dengan tujuan membangun kehangatan anak dengan orang tuanya. Karenanya, sekitar 1.000 anak dan orang tua di Lembang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Marsda Sesko AU, Anang Murdianto menyampaikan apresiasi yang tinggi pada kegiatan yang bertajuk Kanyaah Indung Sapanjang Jagat sebagai bentuk edukasi dan informasi kepada masyarakat. Melihat kondisi saat ini masih saja perempuan dan anak masih mengalami kekerasan dan diskriminasi maka pentingnya keharmonisan dalam keluarga.

    "Dengan cara itu, maka dapat mewujudkan perlindungan dan memenuhi haknya menuju masyarakat yang demokrasi dan berkeadilan. Serta meningkatkan  pendidikan dan kesehatan di masyarakat guna menghapus dan menurunkan segala bentuk kekerasan," lanjutnya.

    Netty memungkasi pembicaraan dengan mengatakan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memberi dukungan pada ibu dalam menjalankan perannya sebagai soko guru peradaban. Hal ini  dimulai dengan membangun ketahanan keluarga, sementara P2TP2A Jawa Barat diharapkan bisa terus dapat membangun sinergi dengan lembaga terkait dalam menjalankan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus