Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PT JS dan PT ITP Tbk Kerjasama Persampahan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/MOU.jpg
    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik penandatanganan  Nota Kesepahaman antara PT. Jasa Sarana (JS) dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP). Tentang Kerja Sama Studi Kelayakan dalam Mempersiapkan Pembangunan Pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Wilayah Nambo Kabupaten Bogor Jawa Barat.  Pada kesempatan itu, Gubernur menyaksikan penandatanganan yang dilakukan Direktur Utama PT JS Soko Sandi Buwono dengan Direktur Keuangan PT ITP Tbk Christian Kartawijaya dan Direktur SDM PT ITP Tbk Kuky Permana, di Gedung Negara Pakuan, Jl Oto Iskandardinata No.1 Bandung, Jumat (14/1) siang.
     
    “Saya memandang Nota Kesepahaman ini merupakan awal yang baik untuk mengakomodasi kebutuhan tersedianya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional, khususnya di Desa Nambo dan Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Sekaligus wujud dan   peran aktif dunia usaha dalam upaya pengelolaan dan pemberdayaan lingkungan masyarakat dengan melakukan upaya terbaik terhadap penanganan masalah sampah,” tegas Heryawan dalam amanatnya, usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut. Turut hadir jajaran DPRD Provinsi Jawa Barat serta OPD terkait lingkup Provinsi Jawa Barat.
     
    Pelaksanaan kerjasama tersebut, lanjut Heryawan merupakan momentum strategis guna menuntaskan permasalahan persampahan di Jawa Barat, Untuk itu atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dirinya menyampaikan terima kasih dan menyambut baik kerjasama yang telah dilakukan PT. Jasa Sarana dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan melalui rintisan pembangunan pengelolaan tempat pembuangan sampah akhir di Wilayah Nambo Kabupaten Bogor Jawa Barat. Tentunya selain perhitungan bisnis, juga harus diperhatikan aspek sosial dan lingkungan serta nilai tambah dari kerjasama itu harus berpihak pada kebutuhan masyarakat.
     
    Menurut Heryawan laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah dengan segala aktivitasnya menyebabkan meningkatnya volume sampah. Dampak tumpukan sampah yang tidak terkendali dan tidak dikelola dengan baik, tegas Heryawan tentunya menimbulkan berbagai macam pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan penurunan sanitasi air bersih bawah tanah. Padahal dari sekian   banyak faktor penentu kualitas kesehatan, 40% diantaranya merupakan faktor lingkungan/sanitasi. Atas dasar itulah, permasalahan sampah saat  menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, sehingga menempatkannya sebagai salah satu problem utama  bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di kawasan Jawa Barat.
     
    Sementara Direktur Utama PT JS Soko Sandi Buwono menjelaskan kerjasama tersebut merupakan tindaklanjut dari kesepakatan bersama antara Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor dan PT ITP Tbk perihal pengadaan jalan akses menuju Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Nambo. Dan PT JS sebagai BUMD milik Provinsi Jawa Barat dengan pertimbangan “business to business” ikut serta dalam pengelolaan TPSA Nambo. Kerjasama antara PT JS dengan PT ITP Tbk tentunya memperhitungkan sejumlah aspek, seperti; bisnis, lingkungan, nilai tambah energi alternatif, disamping mengurangi dampak sosial.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus