Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Lantik Pejabat Struktural RSUD Jabar di Pameungpeuk

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15523.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik para pejabat struktural Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk yang kini telah menjadi RSUD Provinsi Jawa Barat. Pelantikan berlangsung di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, pada Kamis pagi (31/12).

    Hal ini sesui dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 821.2/Kep.1520-BKD/2015 tanggal 30 Desember 2015 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Jawa Barat.

    Dalam pelantikan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa dan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman ini, dilantik 4 orang pejabat RSUD Jawa Barat di Pameungpeuk, Kab. Garut, yakni Direktur RSUD Provinsi Jawa Barat yang dijabat oleh Dr. Hj. Nadiya Fachruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSUD Pameungpeuk Kab. Garut.

    Sementara tiga orang pejabat lainnya, yaitu Kepala Subagian Tata Usaha RSUD Jawa Barat Dodi Irawan, S.Kep., Kepala Seksi Pelayanan RSUD Jawa Barat dr. H. Ari Firmansyah, dan Kepala Seksi Keperawatan RSUD Jawa Barat Doni Romdon Mubarokah, S.Kep.Ners yang sebelumnya berada diposisi yang sama di RSUD Pameungpeuk, Kab. Garut.

    Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, alih kelola RSUD Pameungpeuk menjadi RSUD Provinsi Jawa Barat ini sebagai bagian dari pembangunan fasilitas untuk pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kawasan Selatan Jawa Barat.

    Menurut Aher, kawasan Selatan Jawa Barat yang sudah mulai bergeliat perkembangannya harus didukung oleh berbagai infrastruktur yang memadai. Untuk itu, dalam sambutannya Gubernur mengatakan pihaknya kini terus membangun berbagai infrastuktur yang diperlukan seperti jalan, jembatan, termasuk rumah sakit.

    “Meski RSUD secara umum selalu di bawah kabupaten atau kota tetapi Undang-Undang Kesehatan membolehkan selain rumah sakit-rumah sakit khusus, juga dimiliki dan dikelola secara langsung oleh Pemerintah Provinsi. Atas dasar undang-undang yang membolehkan dan kepentingan yang harus disambut serta kemajuan yang akan hadir di kawasan Selatan Jawa Barat,” ungkap Gubernur.

    Untuk tahap awal pengembangan RSUD ini, Pemprov Jawa Barat pun menggelontorkan dana hingga Rp 1 Milyar. Gubernur pun berharap ke depannya RSUD Pemprov Jawa Barat ini akan berkembang lebih baik lagi dan layak untuk menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Jawa Barat di kawasan Selatan yang mencakup wilayah Garut, Cianjur, Ciamis, Tasikmalaya, dan daerah sekitarnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus