Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dana Hibah Rp 6 Milyar Untuk Penyuluh Pertanian

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15590.jpg

    BANDUNG–Untuk meningkatkan mobilitas dan kinerja para penyuluh pertanian dalam membimbing para petani, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan bantuan hibah kepada 1480 Tenaga Harian Kontrak penyuluh pertanian pusat dan daerah, yaitu berupa uang muka untuk pembelian sepeda motor.

    Dana hibah dengan total Rp 6 Milyar dari APBD Jabar tahun 2015 ini, diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Negara Pakuan Bandung, Rabu (06/01) kepada lembaga berbadan hukum Perhiptani Jabar yang menaungi para penyuluh.

    Aher mengungkapkan, peran penyuluh pertanian dalam membimbing para petani tentang bagaimana cara memproduksi pertanian yang baik sangatlah penting dan menentukan, terlebih Jawa Barat ini sebagai lumbung padi nasional.

    “Penyuluh itu sangat berjasa, karena itu kita kasih bantuan untuk 1.480 orang jadi perorang mendapatkan Rp 4 Juta sebagai DP (uang muka) motor, ini kita lakukan supaya kinerja para penyuluh meningkat sebab satu penyuluh itu kan tidak hanya di satu desa tapi sampai tiga desa,” ungkapnya.

    Teknis penyerahan bantuan hibah ini yaitu, Pemprov Jawa Barat menyerahkan dana hibah ke rekening Dewan Pengurus Wilayah Perhiptani Jawa Barat, yang kemudian diteruskan langsung ke rekening anggotanya yaitu para penyuluh dan dipantau oleh Dewan Pengurus Daerah Kabupaten/ Kota.

    “Yang penting uang ini harus jadi DP, ada yang jadi DP kemudian motornya di kredit, ada yang cash langsung ditambah DP, ada yang menjual motornya kemudian beli yang baru ditambah DP, uang cash Rp 4 Juta cukup untuk beli motor baru kan, apapun caranya silakan yang penting harus jadi motor,” jelas Aher.

    Aher menargetkan semua penyuluh pertanian di Jabar memiliki sepeda motor. “Bayangkan kalau jalan kaki seperti apa luasnya pertanian kita, sisanya lagi 1.244 penyuluh di awal tahun 2016 ini,” ujarnya.

    “Mengapa motor, pertama itulah kemampuan keuangan kita, yang kedua itulah kendaraan yang paling tepat untuk memudahkan mobilitas mereka mengelola dan berkomunikasi dengan para petani akan tinggi kalau pakai motor,” tambahnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus