Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Di Bulan Pertama, Sudah Ada Kegiatan Pembangunan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15624.jpg

    BANDUNG–Usai penyerahan, DPA 2016, Jum'at (8/1) di Gedung Sate,  Aher berpesan kepada seluruh OPD agar sesegera mungkin mulai melaksanakan kegiatan pembangunan di bulan pertama tahun 2016 ini.

    “Jangan ada lagi penyakit Desember, dimana anggaran numpuk di akhir tahun, masing-masing OPD harus mengatur time schedule dengan baik,” pintanya.

    Aher pun mengatakan, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan kondisi keuangan daerah, berbagai langkah penghematan belanja OPD harus terus dilakukan, dengan tetap memperhatikan target dan pencapaian prioritas pembangunan dalam mendorong percepatan perekonomian masyarakat.

    “APBD tahun 2015 telah terserap 90%, untuk 2016 saya harap tingkat penyerapan dapat lebih baik lagi mengingat dampak pentingnya dalam mendorong perekonomian masyarakat,” ujar Aher.

    Menurut Aher, belanja pemerintah sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. "Menurut Bank Dunia, di negara berkembang, 85 persen perekonomian masyarakatnya dipengaruhi belanja negara," katanya.

    Maka dari itu, pihaknya berjanji akan terus memantau penyerapan APBD 2016. "Saya akan terus memantau serapan bersama Pak Wagub dan DPRD (Jabar)," katanya.

    Lebih lanjut Heryawan memastikan, seluruh OPD tidak perlu lagi khawatir dalam melakukan tender proyek APBD. Sebab, Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) akan terus memantau jalannya proses tersebut. Dalam tim tersebut terdapat unsur kepolisian dan kejaksaan, tambahnya.

    "Tidak perlu takut kriminalisasi yang berakibat serapan jadi rendah. Itu tidak akan terjadi lagi. Minggu depan proses jalan," katanya..

    Heryawan, berharap berbagai program yang dilaksanakan OPD Pemprov Jabar harus berdampak terhadap penyelesaian persoalan seperti dibidang pendidikan dan kemiskinan. "Makanya di berbagai dinas, dengan berbagai cara mekanismenya, harus diukur dengan baik agar programnya memberikan dampak," pungkasnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus