Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty Pulangkan 14 Korban Trafficking di Malaysia

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/tki.jpg

    BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak kemarin, Senin (24/1) hingga hari ini, Selasa (25/1) berhasil memulangkan sebanyak 14 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah asal Jawa Barat. Para TKI itu dipulangkan dari Tebedu Malaysia. Rute perjalanan mereka ke Bandung cukup berliku. Setelah sempat mampir di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jalan Sutong Kuching Malaysia, dengan mengendarai mobil mereka para TKI melanjutkan perjalanan melalui Entikong Kalimantan Barat, dilanjut melalui udara ke Bandara Soekarno Hatta, untuk kemudian menuju Bandung Jawa Barat.

    Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (P2TP2O) para TKI yang dijeput itu sebelumnya menginap sementara di shelter KJRI Kuching. Langkah cepat yang ditempuh dalam penanganan para TKI bermasalah merupakan hasil kerjasama lintas sektoral. Keberhasilan memulangkan para TKI itu juga berkat koordinasi yang baik dengan pihak KJRI. “Sehingga tidak perlu lagi menunggu terlalu lama. Para TKI bisa langsung dipulangkan,” tegas Netty di KJRI Kuching Malaysia, Senin  (24/1).

    Senada dengan Netty, lebih lanjut Aip menyatakan upaya penjemputan itu dilakukan langsung oleh Tim dari Pemprov Jabar, yakni dengan maksud mempercepat proses pemulangan agar lebih mudah dan sesegera mungkin. Biasanya proses pemulangan para TKI bermasalah cukup rumit dan lama. Namun berkat sejumlah terobosan, dan memotong sejumlah simpil birokrasi, maka proses pemulangan cepat dan mudah. “Biasanya dilakukan Pemerintah Pusat dengan Negara Bagian Serawak Malaysia. Dan itu cukup memakan waktu lama. Sehingga kami inisiatif langung dengan KJRI setempat,” jelasnya.

    Adapun Tim Gugus Tugas P2TP2O yang turut menjemput TKI itu antara lain;.Ketua P2TP2O yang juga Asisten Kesejehteraan Provinsi Jawa Barat Aip Rivai, Ketua Harian Sri Asmawati Kusumawardhani, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Enny Heriyani serta Direktur Reserse dan Kriminal Polda Jawa Barat Komisari Besar Fakhrudin. Ke-14 TKI itu berasal dari berbagi kabupaten/kota di Jawa Barat, antara lain; Kabupaten Sukabumi (2 orang), Kota Bandung (3 orang), Kabupaten Bandung Barat (1 orang), Kabupaten Karawang (1 orang), Kabupaten Bogor (2 orang), Kabupaten Purwakarta (1 orang), Kabupaten Subang (1 orang), Kabupaten Cianjur (1 orang) dan Kabupaten Indramayu (1 orang).

    Selanjutnya, ke depan menurut Netty, pihaknya akan memperkuat kerjasama dengan KJRI atau bahkan Kedutaan Besar RI (KBRI) untuk menuntaskan pemulangan TKI asal Jawa Barat yang bermasalah. “Mereka jangan sampai terlunta-lunta,” tandas Netty.  Selain itu, gugus tugas juga terus mengupayakan pencegahan di hulu permasalahan yaitu saat perekrutan dan pengiriman tenaga kerja. Ke-14 TKI itu sesampainya di Bandung akan segera ditangani beberapa instansi Pemprov Jabar. Dua orang TKI yang laki-laki akan ditangani Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi, 11 orang TKI perempuan ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan satu orang akan dirawat di RS Jiwa Cisarua karena mengalami gangguan mental.

    Sementara Acting (Pjs) Konsul Jenderal RI di Kuching Rafail Walangitan menilai langkah Pemprov Jabar cukup tepat. Karena hingga kini hanya Pemprov Jawa Barat saja yang melakukan terobosan seperti saat ini. "Kami akan rekomendasikan cara yang sudah ditempuh Pemprov Jabar ke provinsi lainnya,” tuturnya. Dari data KJRI Kuching, selama tahun 2010, dari sebanyak 200 ribu TKI di Malaysia, ada sekitar 110 asal Jawa Barat yang bermasalah. Mereka semua ditempat di shelter. Adapun masalah yang mereka hadapi beragam. Antara lain yang ditipu agen sebanyak 32 orang. Sebanyak 14 TKI tidak diberi gaji, tidak tahan bekerja sebanyak 39 orang. Akibat perdagangan manusia 3 orang. Akibat dianiaya 6 orang, sakit dan stress 5 orang pelecehan seksual 1 orang, dan lain-lain ada 10 orang.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus