Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dinkes Jabar Catat Isu Strategis Kesehatan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16189.jpg

    BANDUNG-Dinkes Jabar mencatat delapan isu strategis kesehatan. Isu strategis tersebut meliputi, pertama, penguatan Puskesmas dalam mendukung upaya promotif dan preventif guna terimplementasinya pendekatan keluarga dalam pembangunan kesehatan. Kedua, penguatan peran lintas sektor secara terintegrasi untuk mendukung gerakan masyarakat sehat. Ketiga, upaya pencapaian target akreditasi Puskesmas (1 Kecamatan minimal 1 Puskesmas) dan akreditasi rumah sakit untuk 1 Kabupaten/Kota minimal 1 rumah sakit terakreditasi.

    Hal demikian, dipaparkan Kadis Kesehatan Jabar, Alma Luciaty dalam raker bersama Komisi V DPRD Jabar, Kamis (25/2).

    Menurut Alma, hal keempat yang menjadi isu strategis adxalah pemenuhan, pemerataan, retensi dan pendayagunaan SDM kesehatan untuk mendukung primary health care dan pelayanan kesehatan
    rumah sakit. Kelima, sinkronisasi dan integrasi sumber daya kesehatan termasuk anggaran pusat dan daerah dalam mendukung pencapaian target-target pembangunan kesehatan.

    Keenam, pengendalian dan peningkatan kewaspadaan penyakit serta penanggulangan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB). Ketujuh, kesiapan bidang kesehatan dalam penertiban tenaga kesehatan
    WNA dalam pelayanan kesehatan. Kemudian, kedelapan, mendukung pelaksanaan JKN, dengan mempersiapkan fasilitas
    kesehatan yang bermutu.

    Berkenaan dengan isu-isu strategis tersebut, jelas Alma, program unggulan yang disiapkan di tahun 2017 antara lain : promosi kesehatan, pengembangan lingkungan sehat , program pelayanan kesehatan, program pengendalian penyakit menular dan tidak menular, program sumber daya kesehatan dan program manajemen kesehatan.

    Dengan pelayanan kesehatan, diharapkan dapat menurunkan rasio kematian ibu sebesar 88/100.000 KH, ratio kematian bayi sebesar 5,6/1000 KH, dan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 87 persen, ujar Alma.

    Selanjutnya untuk pengendalian penyakit, jumlah Puskesmas di Kabupaten/Kota yang mampu melaksanakan tes HIv sebanyak 954 Puskesmas, cakupan pelayanan diare sebesar 100 persen, menurunnya proporsi cacat tingkat II pada penderita kusta sebanyak 11 persen serta kasus rabies pada manusia sebesar 0 persen, demikian Alma. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus