Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    909 KK Sudah Daftar Program Transmigrasi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16329.jpg

    BANDUNG- Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, H. Deni Munawar mengatakan, hingga awal Maret 2016 ini sudah ada 909 kepala keluarga (KK) masyarakat Jawa Barat yang sudah mendaftar untuk mengikuti program transmigrasi.

    “Untuk mengikuti transmigrasi ini seperti dalam ibadah haji, ada waiting listnya atau ada daftar tunggunya. Soalnya, dalam tahun 2016 ini,  Provinsi Jawa Barat hanya mendapatkan kuota untuk memberangkatkan warga yang membutuhkan transmigrasi sebanyak 292 KK,” kata H. Deni di ruang kerjanya, Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jum’at (4/3) kepada jabarprov.go.id.

    Deni menjelaskan, pola transmigrasi itu seperti kereta api, dimana pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai lokomitifnya sedangkan provinsi sebagai gerbongnya.

    “Lokomotifnya di Jakarta, kami hanya gerbongnya saja. Kalau misalnya kuota untuk Jabar tadi dibagi 27 kabupaten/kota, berarti rata-rata hanya 10 KK per kabupaten/kota,” katanya.

    Oleh karena jumlah peminat melebihi kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat, jelas Deni, maka untuk pemberangkatan transmigrasi ini, dilakukan proses seleksi yang dilakukan oleh kabupaten/kota setempat.

    Ketika ditanya apakah sudah ada masyarakat eks pengikut Gafatar yang mendaftar untuk ikut program transmigrasi, Deni mengatakan, hingga saat ini belum ada.

    “Untuk eks anggota Gafatar sampai dengan saat ini belum ada permintaan dari Dinas Sosial dan belum ada instruksi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi tentang penanganan eks anggota Gafatar. Jadi, untuk saat ini, kami fokus kepada masyarakat yang membutuhkan untuk bertransmigrasi karena animo masyarakat untuk bertransmigrasi cukup tinggi, satu tahun bisa mencapai 1.500 KK,” pungkas Deni. (enal).

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus