Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pupuk Kujang Berkomitmen Jaga Ketahanan Pangan Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16404.jpg
    Ilustrasi

    BANDUNG–Salah satu perusahaan produsen pupuk terbesar di Indonesia, PT Pupuk Kujang memberikan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Jawa Barat. Jawa Barat sebagai salah satu lumbung padi nasional perlu mendapat pasokan pupuk yang memadai, agar terus dapat memproduksi pangan yang baik dan meningkat.

    Usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung pada Jumat (11/3/16), Presiden Direktur PT Pupuk Kujang Nugraha Budi Eka Irianto mengungkapkan komitmen tersebut. Nugraha mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di Jawa Barat.

    “Kami menyampaikan komitmen kepada Pemerintah Jawa Barat, komitmen Pupuk Kujang untuk terus mensupport ketahanan pangan, khususnya di Jawa Barat,” kata Nugraha.

    Lebih lanjut Nugraha menjelaskan, disamping memproduksi Pupuk Urea dan NPK pihaknya juga akan terus mengembangkan produk pupuk lainnya, seperti Pupuk Mikronutrein yang menurut Nugraha kedepannya para petani juga akan membutuhkan banyak pupuk jenis tersebut.

    Dalam pertemuan tersebut Gubernur Ahmad Heryawan berpesan agar Pupuk Kujang terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas jenis pupuk organik, serta terus berinovasi mengembangkan jenis pupuk lainnya.

    Selain pupuk, Gubernur meminta kepada Pupuk Kujang agar dapat mengembangkan tanaman organik, seperti beras organik, pungkasnya.

    Untuk tahun 2015, Pupuk Kujang telah memproduksi Pupuk Urea sebanyak 900.000 ton dan Pupuk NPK 150.000 ton. Dari 900.000 ton Pupuk Urea yang diproduksi semuanya didistribusikan untuk kebutuhan pupuk di Jawa Barat, sementara untuk Pupuk NPK yang didistribusikan ke wilayah Jawa Barat hanya sekitar 50.000 – 60.000 ton

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus