Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengembangan Keprofesian Guru, Menjadi Kebutuhan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16515.jpg

    CIREBON–Ada sejumlah besar guru, baik di perkotaan maupun di pelosok daerah yang belum mendapat kesempatan untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Padahal, guru merupakan kunci kualitas pendidikan. 

    Guru harus tersedia secara cukup dan berkualitas, dan memiliki kemampuan yang memadai. Untuk itu perlu dilakukan upaya meningkatkan kompetensi pedagogik, kompetensi isi, keterampilan antarpersonal, dan keterampilan sikap pribadi, agar guru memiliki pengetahuan, di satu sisi dan, di sisi lain, keterampilan dan sikap yang baik. Demikian kata Mark Heyward, penasehat USAID PRIORITAS bidang tatakelola dan manajemen pendidikan, pada lokakarya perencanaan strategis pengembangan keprofesian berkelanjutan guru (PKB) tingkat Jawa Barat di Cirebon, Senin (14/3) lalu. 

    Lokakarya diselenggarakan atas kerjasama Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID), melalui program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunity for Reac  hing Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students), dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menyusun strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan guru (PKB). 

    Erna Irnawati, koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat sebut, keprofesian guru kini sedang menjadi perhatian utama pemerintah dan segenap pemangku kepentingan pendidikan nasional. Menurutnya, guru tidak boleh tertinggal dari kemajuan zaman dan dituntut untuk terus mengupdate keprofesiannya guna menyediakan ruang-waktu belajar yang kondusif bagi para peserta didiknya. 

    Ada kenaikan hasil UKG daerah kab/kota mitra dari rerata 47 pada tahun 2012 menjadi rerata 57 pada tahun 2015. “Angka kenaikan ini menunjukkan korelasi positif antara tingkat komitmen daerah menerapkan pendekatan USAID PRIORITAS dengan peningkatan hasil UKG,” tutur Erna. 

    Lebih jauh Erna melihat, kelemahan utama para guru, sesuai hasil UKG, adalah aspek pedagogik, yang kemudian menjadi fokus utama USAID dalam mengembangkan keprofesian guru. 

    Pada lokakarya mengemuka, dalam rangka PKB, semua daerah mitra USAID telah merencanakan penambahan jumlah fasilitator daerah (fasda) untuk memungkinkan diseminasi program USAID PRIORITAS secara lebih massif agar menjangkau semua guru. Setiap daerah mitra juga telah merancang pembentukan gugus/KKM model dan sekolah/madrasah model di luar mitra USAID untuk mendorong diseminasi. 
     
    Adapun realisasi diseminasi program USAID pada tahun 2015, daerah mitra yang tertinggi menggunakan dana PMPTK adalah Kabupaten Bekasi yang mencapai 8,7 M. Daerah mitra yang tertinggi menggunakan dana BOS adalah Sukabumi yang mencapai 10,6 M. Sementara itu, daerah mitra yang tertinggi menggunakan dana tunjangan sertifikasi guru adalah Tasikmalaya dan Garut yang mencapai 12 M. DS]

    Hadir di sini, para pihak pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Barat dan dua belas kabupaten/kota mitra USAID, yang terkait langsung dengan peningkatan kualitas dan kapasitas guru. Peserta lokakarya meliputi para perwakilan dinas pendidikan, kementerian agama, Bappeda, LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), dan perguruan tinggi.
    Heyward lebih jauh mengatakan, perencanaan PKB seyogianya berbasis informasi dan analisis mengenai apa kebutuhan pelatihan dan siapa yang perlu dilatih, berapa besar dana dibutuhkan dan dari mana sumber dananya. Setiap daerah kab/kota, menurutnya, mesti menyusun perencanaan PKB sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan potensi daerah.   

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus