Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    NTP Jabar Turun

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16818.jpg

    BANDUNG - Badan Pusat Statitik (BPS) Jabar menginformasikan, berdasarkan hasil pemantauan harga di 17 kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada Maret 2016, NTP Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 1,47 persen dibandingkan NTP Februari 2016 yaitu dari 107,42 menjadi 105,84.

    Hal ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian dan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga petani atau Indeks Harga Diterima Petani (IT) mengalami penurunan sebesar 0,74 persen sementara indeks harga barang & jasa yang konsumsi petani atau Indeks Harga Dibayar Petani (IB) mengalami kenaikan dengan angka yang sama yaitu 0,74 persen.

    Maret 2016, tiga dari lima subsektor pertanian mengalami penurunan NTP yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan turun 3,26 persen dari 110,30 menjadi 106,70, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 1,00 persen dari 97,38 menjadi 96,41, NTP Subsektor Perikanan turun 0,86 persen dari 98,98 menjadi 98,13, sementara NTP Subsektor Hortikultura naik 0,33 persen dari 106,74 menjadi 107,09, dan NTP Subsektor Peternakan naik 0,13 persen dari 110,99 menjadi 111,14

    NTP Subsektor Tanaman Pangan pada Maret 2016 mengalami penurunan sebesar 3,26 persen yaitu naik dari 110,30 menjadi 106,70, hal ini disebabkan oleh indeks yang diterima petani (IT) turun 2,36 persen sementara indeks yang dibayar petani (IB) naik 0,92 persen.

    “Turunnya IT Subsektor Tanaman Pangan dikarenakan IT Subkelompok Padi turun sebesar 2,63 persen demikian pula IT Subkelompok Palawija turun sebesar 0,68 persen. Di sisi pengeluaran petani, IB mengalami inflasi sebesar 0,92 persen akibat IB Sub Kelompok Konsumsi Rumah tangga (IKRT) mengalami inflasi sebesar 1,18 persen demikian pula IB Subkelompok Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami inflasi sebesar 0,13 persen,” kata Kepala BPS Jabar Bachdi Ruswana.

    Maret 2016, Nilai Tukar Petani Subsektor Hortikultura mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen dari 106,74 menjadi 107,09, hal ini disebabkan indeks yang diterima petani (IT) naik sebesar 1,16 persen demikian pula indeks yang dibayar petani IB naik sebesar 0,82 persen. Penurunan IT Hortikultura akibat IT Subkelompok Sayur-sayuran naik 2,86 persen, sementara Tanaman Obat turun 1,35 persen demikian pula IT Subkelompok Buah-buahan turun sebesar 0,34 persen. Di sisi pengeluaran, IB Subsektor Hortikultura mengalami inflasi sebesar 0,82 persen akibat IB indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 1,04 persen demikian pula IB Subkelompok Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

    NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat pada Maret 2016 mengalami penurunan indeks sebesar 1,00 persen dibandingkan Februari 2016 dari 97,38 menjadi 96,41. Hal ini disebabkan oleh Indeks Diterima Petani (IT) mengalami penurunan sebesar 0,23 persen, sementara Indeks Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,77 persen. Untuk kelompok pengeluaran, IB Subkelompok Konsumsi Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 1,08 persen demikian juga IB Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal mengalami inflasi 0,16 persen.

    Maret 2016, NTP Subsektor Peternakan berada pada posisi 111,14 dan tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dibandingkan NTP Februari 2016 yang memiliki indeks sebesar 110,99. Indeks Diterima Petani (IT) naik sebesar 0,37 persen, demikian juga Indeks yang Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,24 persen. Bila dirinci per subkelompok, IT Subkelompok Ternak Kecil naik 1,03 persen, IT Subkelompok Ternak Besar naik 1,02 persen, IT Subkelompok Hasil Ternak naik 0,27 persen sementara IT Subkelompok Unggas turun 0,17 persen. Di sisi pengeluaran petani, Indeks Dibayar Petani (IB) mengalami kenaikan 0,24 persen akibat IB Konsumsi Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 1,22 persen sementara IB Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal mengalami deflasi sebesar 0,58 persen. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus