Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perkembangan Televisi Perlu Diimbangi Literasi Media

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16927.jpg

    BANDUNG-Industri televisi di Indonesia terus mengalami perkembangan, baik secara nasional maupun lokal atau di daerah. Stasiun televisi muncul dengan program-program yang beragam dengan kemasan yang sedemikian rupa, sehingga mengundang pemirsa agar bisa menontonnya. Namun apakah hal ini diimbangi dengan literasi atau melek media di masyarakat ?

    Hal inilah yang menjadi pertanyaan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada acara seminar dengan tema Menumbuhkembangkan Industri dan Konten Kreatif Untuk Televisi", yang digelar oleh Asosiasi Televisi Seluruh Indonesia (ATVSI) di Aula Fakultas Ilmu Terapan Lt. 4 Telkom University - Kota Bandung pada Selasa (13/4/2016).

    “Televisi sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini (media) bisa menjadi kekuatan besar yang mempengaruhi pola pikir masyarakat. Begitu besarnya pengaruh media ini. Tapi apakah ini diimbangi dengan gerakan literasi media kepada masyarakat ? Melek media, melek terhadap fungsi-fungsi media di masyarakat. Saya kira ini perlu menjadi perhatian kita bersama, khususnya ATVSI,” ungkap Wagu

    Menurut Wagub, apabila hal tersebut tidak diimbangi dengan literasi terhadap media maka dikhawatirkan masyarakat – baik masyarakat kota maupun desa akan terpengaruh dengan hal-hal buruk yang dihadirkan oleh media.

    Wagub pun menambahkan, selain Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diperlukan peran masyarakat secara langsung untuk mengantisipasi dampak negatif dari media. Karena konten yang dihadirkan oleh media  khususnya televisi  akan sangat memberikan pengaruh terhadap sendi-sendi kehidupan yang ada di masyarakat.

    “Salah satu konten yang saat ini bisa dikembangkan yaitu bidang ekonomi kreatif. Yang sangat diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi sebuah negara, tapi kalau keliru bukan sebuah ekonomi kreatif yang positif. Maka saya katakan pengelola televisi ini bisa termasuk orang-orang yang cepat masuk surga tapi di satu sisi bisa juga termasuk orang-orang yang cepat masuk neraka,” ujar Wagub.

    Di akhir sambutannya, Wagub pun berpesan kepada seluruh pengelola televisi agar bisa memanfaatkan frekuensi yang pada dasarnya milik rakyat, harus bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.

    “Saya ingatkan sekali lagi bahwa pengelola televisi bukan pemilik frekuensi televisi. Tapi pengelola televisi dipinjamkan frekuensinya oleh negara untuk digunakan sebaik-baiknya yang juga bermanfaat sebanyak-banyaknya buat
    masyarakat. Jangan sampai ada gerakan dari masyarakat kembalikan frekuensi kami,” pungkas Wagub.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus