Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penderita Thalasemia Mayor di Indonesia Sudah Mencapai 5000 Jiwa

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/lediahanifa1.jpg

    BANDUNG- Hj. Ledia Hanifa Amaliah, Ssi, M.Psi.T, anggota Komisi IX DPR RI mengungkapkan, penderita thalasemia mayor di Indonesia sudah mencapai angka sekitar 5000 jiwa dan bertambah terus setiap tahun. Sementara para pembawa sifat thalasemia berkisar pada angka 200 ribu jiwa dan setiap tahun diperkirakan lahir 3000 bayi penderita thalasemia mayor yang baru.

    Peningkatan jumlah penderita thalasemia di Indonesia menurut anggota dewan dari Dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini adalah sebuah ironi, karena thalasemia itu meski merupakan penyakit keturunan yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya tetapi sesungguhnya bisa dicegah apabila dilakukan tes kesehatan (screening) sebelum menikah.

    Namun, ada lagi yang membuat ibu empat anak ini semakin merasakan kepedihan.

    “Total biaya pengobatan yang harus ditanggung seorang penderita thalasemia ini mencapai angka fantastis, sekitar 200 hingga 300 juta per tahun, padahal, penderita thalasemia di Indonesia hampir 90% nya adalah kalangan tak mampu dan obatnya pun belum termasuk kategori obat yang ditanggung oleh program jamkes,” katanya dalam siaran persnya yang diterima jabarprov.go.id, Kamis (10/2)

    Karena itu Ledia menyebutkan bahwa dalam upaya penanganan penderita thalasemia di Indonesia setidaknya ada tiga hal yang harus menjadi fokus kerja pemerintah, yaitu upaya menekan laju pertumbuhan penderita thalasemia baru, meningkatkan pelayanan pada para penderita thalasemia dan mengesahkan RUU BPJS sebagai langkah konkrit pemerintah dalam mewujudkan amanah memberikan jaminan perlindungan sosial –diantaranya kesehatan- bagi seluruh lapisan masyarakat.

    “Pemerintah harus segera mensahkan RUU BPJS untuk mewujudkan hak rakyat dalam memperoleh jaminan sosial nasional yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan pensiun dan jaminan hari tua,” tegasnya.

    Ledia menjelaskan, saat melakukan kunjungan ke bangsal anak penderita thalasemia di RSCM, Jakarta, beberapa waktu lalu, anggota komisi IX melihat langsung kondisi ruangan dan para pasien yang sebagian besar sedang melakukan transfusi darah rutin bulanan.

    “Begitu banyak anak, begitu penuh di bangsal, hingga pada satu tempat tidur ada yang terpaksa ditempati oleh dua anak,” cetus Ledia dengan prihatin. Karena itu, lanjutnya, tak ada lagi alasan bagi pemerintah untuk menunda pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial di Indonesia dengan mensahkan RUU BPJS.(enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus