Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Waspadai Dakwah Tafsir Al Quran Secara Parsial

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17291.jpg

    KABUPATEN SUKABUMI-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menghimbau masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk tidak terjebak pada dakwah- dakwah sesat yang saat ini marak.

    Ini diungkapkannya pada pembukaan Pembacaan Khatam Qiroah Al Bukhori dan Haul Al Habib Syeikh Bin Salim Ap Attas ke- 38, di Ponpes Al Masyhad, Cijuray, Cikarutug, Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Minggu (08/05/16).

    "Saat ini ada yang mengancam kita. Terlebih saudara- saudara kita di luar pesantren, seperti di kampus- kampus, dan tempat orang- orang berkumpul lainnya. Yang perlu diwaspadai adalah, biasanya 'mereka' memang dakwah dengan ayat- ayat Allah. Tapi dengan penafsiran yang dangkal," ungkap Aher.

    "Contohnya ada ayat yang mengatakan sholatlah di waktu pagi, siang dan malam. Dengan ajaran yang sesat, malah memerintahkan orang untuk melakukan ibadah shalat 3 kali sehari. Padahal, pagi itu ada Subuh, siang itu ada Duhur dan Ashar, malam ada Maghrib dan Isya, jadi shalat itu ya 5 waktu sehari. Jelas itu sesat, tidak bisa ditawar- tawar lagi," paparnya.

    Maka, memperdalam pengetahuan agama menjadi penting, karena dengan 'diselipkan' ayat- ayat Allah tersebut, yang benar dan yang sesat memang menjadi samar. Selain itu dalam penyebaran alirannya pun, sebagian ada yang menyebarkan secara mandiri (bukan kelompok) sehingga kadang tak mudah terdeteksi.

    Untuk mencegah paham tersebut, lebih lanjut Aher mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggalakan mengaji bagi pelajar SMA/ SMK sederajat. Melalui program membaca Al-Quran selama 30 menit sebelum memulai pelajaran sekolah bagi pelajar muslim. Program ini akan mulai diberlakukan saat alih kelola SMA/ SMK oleh Pemerintah Provinsi tahun 2017 mendatang.

    "Kita akan pasang televisi di setiap kelas, nanti secara teleconference terhubung dengan pembimbing dari Gedung Sate. Insya Allah kalau anak- anak dibimbing terus dengan mengaji, dengan memberikan pengetahuan agama yang benar. Ini ikhtiar (usaha) kita untuk memupuk sejak dini agar para pelajar tidak terpengaruh aliran sesat," ujarnya.

    Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Sukabumi, para Alim Ulama, para Da'i, rengrengan Camat Lurah, serta perangkat desa lainnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus