Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penanganan Pasca Bencana di Cisalak Subang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17547.jpg

    SUBANG, Sejumlah tim yang terdiri dari TNI, Polri, Pemkab dan organisasi masyarakat terlibat penanganan pasca bencana kepada korban banjir bandang di Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Jawa Barat, terus dilakukan. 

    Menurut Komandan Kodim 0605, Letkol Inf Budi Mawardi Syam yang huga koordinator lapangan menyebutkan pihaknya telah langkah-langkah evakuasi korban, relokasi pengungsi hingga hingga normalisasi air.

    “Evakuasi korban, relokasi pengungsi, penerimaan logistik untuk pengungsi dan kemudian normalisasi air,” ujar Budi di Kantor Kepala Desa Sukakerti Cisalak yang dijadikan Posko Bencana, Selasa (24/5/2016).

    Dari pantauan di lokasi, sejumlah anggota Polisi dan TNI mulai mengangkut bantuan yang datang dari sejumlah pihak yang ditempatkan di satu ruangan yang “disulap” menjadi gudang. Bahkan diantaranya nampak anggota ormas ikut membenahi sampah-sampah ang terbawa air banjir di rumah-rumah warga.

    Dari catatan Kantor Kepala Desa Sukakerti korban tercatat sebanyak 13 orang. 5 orang diantaranya meninggal dunia, 6 orang mengalami luka berat dan 2 orang luka ringan. Jumlah pengungsi sebanyak 388 orang. Diantaranya ditampung di aula kantor Kepala Desa dan yang lainnya ditampung di rumah sanak-famili ataupun kerabat sekitar lokasi bencana maupun tetangga desa.

    Sedangkan jumlah rumah yang rusak bertambah 7 unit menjadi 39 unit. Mengenai kerusakan lahan persawahan akibat bencana mencapai puluhan hektar dengan sebagian besar dalamkondisi rusak hanyut terbawa arus banjir. Namun ada juga yang dalam kondisi rusak ringan.

    Menurut Ketua Kelompok tani dan Nelayan Andalan (KTNA) kabupaten Subang, Otong Wiranta pihaknya turut melakukan pendataan untuk dijadikan sebagai bahan upaya penanggulangan selanjutnya. ”Upaya perbaikan akan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Termasuk diantaranya memperbaiki infrastruktur yang rusak (akibat banjir bandang),” jelas Otong.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus