Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Taman Budaya Selamatkan Seni Budaya

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17586.jpg

    BANDUNG-Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat,  Drs. Raden Moch. Darajatun, Msi mengatakan, Provinsi Jawa Barat kaya dengan seni budayanya. Namun setelah diinventarisasi, ternyata banyak yang punah atau hilang sama sekali, yang akan punah atau hampir punah.

    “Ini sangat disayangkan, sebagai warga Jawa Barat  tidak tahu menahu seni tradisi yang dulunya hidup di Jawa Barat. Oleh karena itu, kita Taman Budaya melakukan kegiatan revitalisasi, pewarisan, eksperimental dan sebagainyauntuk melestarikan seni budaya tersebut. Kalau kita ibaratkan, Taman Budaya itu, bengkel,” kata Rd. Moch. Darajatun di Gedung Pengembangan Pusat Kebudayaan (dulu Yayasan Pusat Kebudayaan/YPK) Jawa Barat, Jalan Naripan Nomor 7, Braga, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Rabu (25/5).

    Dengan adanya upaya pelestarian tersebut, kata Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya yang akrab disapa Pak Atun itu, diharapkan seni budaya tersebut yang tadinya hampir punah atau akan punah menjadi hidup kembali. Bahkan lebih jauhnya, dapat meningkatkan taraf ekonomi seniman dan budayawannya.

    “Salah satu contohnya, di satu desa di Kabupaten Sumedang, ada kesenian namanya terbang buhun, itu sudah hampir punah sama sekali, alat-alat keseniannya juga nyaris punah. Tapi, di sana ada tokohnya, nah kita gali, bagaimana seni terbang buhun itu, bagaimana deskripsinya. Lalu kita cari orang-orangnya, lalu kita revitalisasi. Alhamdulillah, sekarang seni terbang buhun tersebut hidup kembali,” katanya.

    Setelah adanya proses pelestarian melalui kegiatan  revitalisasi, pewarisan dan eksperimental dari Balai Pengelolaan Taman Budaya tersebut, kata Atun, diharapkan, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat setempat turut serta melakukan upaya-upaya pelestarian seni budaya tersebut.

    “Kalau pemerintah kabupaten/kota bisa dengan cara memfasilitasi pertunjukan kesenian tersebut pada event-event tertentu. Kalau masyarakat bisa dengan cara nanggap kesenian tersebut pada acara-acara tertentu, misalnya dalam acara hajatan. Dengan begitu, maka taraf eknomi para seniman dan budayawannya akan terangkat,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus