Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Plt Bupati Subang Ajak Mahasiswa Perkenalkan Budi Pekerti

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17821.jpg

    SUBANG-Kemajuan teknologi memberikan pengaruh negatif yang cukup besar terhadap perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Diantaranya seks bebas, video porno, narkoba dan aksi curat-coret. Keprihatinan ini diungkapkan Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih saat menerima Rombongan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

    Imas berharap kehadiran para mahasiswa bisa membantu dan menularkan budi pekerti dan kebiasaan baik kepada masyarakat di sekitar kegiatan KKN.

    “Kepada pemuda-pemudi di sana bisa sharing (berbagi) mengenai bahaya narkoba, budi pekerti, adat-istiadat dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Subang, Senin (13/6/2016).

    Kegiatan ini merupakan upaya menghidupakan kembali pendidikan budi pekerti di lingkungan keluarga dan sekolah.

    Lebih prihatin lagi apabila pengaruh negatif menimpa kepada nak-anak yang tidak sekolah. ” Karena anak-anak yang tidak sekolah biasanya cita-citanya sambil berjalan saja mengalir berbeda dengan yang memiliki cita-cita tinggi. Usahanya akan lebih terarah,” ujarnya.

    Oleh karena itu kehadiran mahasiswa yang KKN di Subang bisa ikut memberikan bantuan tentang pembinaan karakter kepada masyarakat di lingkungan tempat KKN.

    Kegiatan merupakan bagian dari 1.042 mahasiswa yang disebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Di Kabupaten Subang tersebar di 18 kecamatan dan 100 desa/kelurahan.

    Menurut Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Publik LPPM Universitas Pendidikan Indonesia selaku koordinator Dosen Pembimbing Kab. Subang, Iik Nurul Faik S.pd, M.Pd menyampaikan kegiatan akan berlangsung sampai 6 Agustus 2016.

    Adapun tema kegiatan KKN antara lain pos pemberdayaan keluarga, lingkungan hidup, kearifan budaya lokal, pendidikan dini berbasis sekolah, kelompok usaha mikro.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus