Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harga Beras TTI Disesuaikan Dari Rp 7.500 Jadi Rp 7.900/Kg

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17837.jpg

    BANDUNG - Kepala Sub Bidang Harga dan Informasi Pangan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, Ria Inati, S.Pi, MAP mengatakan, dalam pertemuan konsolidasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), perwakilan Toko Tani Indonesia (TTI) dan pendamping TTI atau konsolidasi para pelaksana Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) terungkap bahwa harga gabah kering panen (GKP) dan harga gabah kering giling (GKG) di daerahnya masing-masing mengalami kenaikan karena sudah lewat masa panen.

    “Kenaikan harga gabah ini tidak hanya terjadi di Jawa Barat, melainkan juga terjadi di provinsi-provinsi lain,” kata Ria Inati di ruang kerjanya, Kantor BKPD Provinsi Jawa Barat, Jalan Ciumbuleuit Nomor 2, Kota Bandung, Senin (13/6) kepada jabarprov.go.id.

    Kenaikan harga gabah tersebut, kata Ria,  tentunya akan berpengaruh terhadap harga jual beras di TTI.  Oleh karena itu, katanya, pihak Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI berjanji akan mengeluarkan kebijakan penyesuaian harga beras yang dijual di TTI, yaitu dari Rp 7.500 per kilogram menjadi Rp 7.900 per kilogram.

    “Namun, meskipun baru disampaikan via WhatsApp tidak resmi, penyesuaian harga beras TTI itu sepertinya sudah mulai berlaku hari ini (Senin, 13/6),” katanya.

    Penyesuaian harga jual beras di TTI itu, jelas Ria, menurut para pelaksana PUPM masih dirasa kurang.

    “Tapi, karena mereka memang berniat ingin membantu program pemerintah dalam menstabilkan harga beras di pasar, menurut mereka tidak masalah karena kan modalnya dibantu oleh pemerintah, masing-masing Gapoktan Rp 140 juta untuk membeli gabahnya,’ katanya. (Adi).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus